Suara.com - Kehidupan di Amerika Serikat pada era kekinian terbilang sangat keras. Kalau tak pintar-pintar bersiasat, bersiap-siaplah terlindas oleh orang lain, dan menggapai kesejahteraan hanyalah mimpi di siang bolong. Begitulah pemikiran banyak orang di negeri ”Paman Sam”, yang dikenal sebagai prinsip ”American Dream”.
Namun, siapa sangka kerasnya kehidupan untuk sejahtera di AS ternyata hanya gambaran kecil dari hal yang sama di Benua Amerika masa lampau.
Hal tersebut setidaknya terungkap pada penemuan kerangka seorang remaja perempuan yang hidup 12.000 tahun silam.
Kerangka yang diberi nama "Naia”, seperti dilansir Nature, Senin (3/4/2017), ditemukan dalam gua yang ada di Meksiko.
Arkeolog National Institute of Anthropology and History Meksiko sekaligus Ketua tim peneliti Naia, James Chatters, mengatakan struktur kerangka itu mengindikasikan Naia meninggal dunia sekiranya umur 17 tahun.
"Tapi, tulang panggulnya serupa dengan wanita muda yang sudah pernah melahirkan. Ini mengindikasikan Naia sudah pernah melahirkan dalam usia muda dan sebelum dirinya meninggal,» tutur Chatters.
Ia mengatakan, postur Naia terbilang sangat kurus. Bagkan, tulang lengan atasnya hanya sebesar jari kelingkingnya. Sementara bentuk tulang kering dan lututnya mengindikasikan Naia tak pernah makan cukup sehingga terinfeksi parasit.
”Penelitian terhadap tulang lengannya membuktikan dia tak pernah menggiling biji-bijian, menguliti hewan, atau memanggul beban berat, yakni pekerjaan bagi perempuan pada masanya. Tapi, struktur kakinya menunjukkan dia penah melakukan perjalanan yang sangat jauh,” tuturnya.
Baca Juga: Ledakan di Rusia Diduga dari Bom dalam Koper
Selain itu, struktur tulang dan gigi Naia juga menunjukkan dia mengalami kelaparan parah. ”Kerangka itu merupakan suatu kisah kerasnya kehidupan pada awal-awal Benua Amerika,” tukas Chatters.
Berita Terkait
-
Ditemukan! Istana Misterius Berteknologi Canggih Usia 2.300 Tahun
-
"Selfie" Berujung Maut, Mira dan Temannya Ditabrak Pesawat
-
Dikecam! Donald Trump Angkat Putri dan Menantunya Jadi Asisten
-
Presiden Donald Trump Diyakini Setujui 'Tembok Pembatas Langit'
-
IATA Kecam Regulasi Trump Larang Bawa Alat Elektronik di Pesawat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal