News / Metropolitan
Selasa, 04 April 2017 | 10:29 WIB
Ilustrasi penikaman (Shutterstock).

Suara.com - Gara-gara warung rokok yang ditujunya tutup, Agus Misianto (22) terpaksa tewas bersimbah darah ditikam badik oleh “saudara sebotolnya”, Waras Sunarko (52).

Peristiwa tragis itu bermula ketika keduanya tengah mabuk kepayang setelah menenggak minuman keras di Jalan Ciliman, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2017) pukul 00.30 WIB dini hari.

Saat mabuk, Waras yang memunyai uang dan merasa jadi pemodal kelas kakap berhak menyuruh Agus membeli rokok di warung terdekat. Waras lantas menyerahkan uangnya Rp3.000 kepada Agus.

"Saat minum, korban menawarkan pelaku uang Rp3 ribu, untuk dibelikan rokok. Setelah itu, korban meninggalkan pelaku untuk beli rokok. Tidak lama, korban kembali dan menyampaikan kepada pelaku bahwa warung rokok tutup," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono melalui pesan tertulis, Senin pagi.

Waras yang panas karena alkohol, menuding Agus berbohong. Ia menghardik dan memukuli korban hingga tersungkur dan lebam.

Rekan Agus bernama Timotius, yang juga ada di lokasi, sempat melerai dan menahan emosi Waras. Setelah direlai, Waras terlibat adu mulut dengan korban. Penusukan terjadi setelah pelaku terlibat cekcok mulut.

"Ketika rekan mereka mencoba merelai dan menyelesaikan masalah, pelaku dan korban adu mulut. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan badik dan menikam sisi kiri dada korban,” tuturnya.

Warga yang melihat Agus terkapar berinisiatif membawanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Tapi, nyawa Agus tak lagi bisa ditolong oleh tim dokter dan perawat RSCM.

Baca Juga: Hakim Perintahkan Video Pidato Ahok Diputar dalam Sidang ke-17

Waras, si pelaku, telah ditangkap dan digelandang ke Polsek Metro Menteng untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya di depan hukum.

Load More