News / Nasional
Selasa, 04 April 2017 | 16:52 WIB
Para ulama usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/4/2017). [Suara.com/Erick Tanjung]

Presiden Joko Widodo kembali mengumpulkan sejumlah perwakilan ulama yang terdiri dari pimpinan Pondok pesantren dan pimpinan ormas Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/4/2017). Dalam pertemuan itu, Jokowi meminta masukan dari para ulama mengenai situasi keumatan yang belakangan cukup panas saat Pilkada.

"‎Presiden juga menginginkan uneg-uneg ulama dikeluarkan dan menyumbang pemikirannya. Dalam hal ini kami mengharapkan pemerintah menyelesaikan persoalan bangsa dengan hukum yang adil dan kebenaran," kata KH Syukron Makmun, Pimpinan Pondok Pesantren Darurohman Jakarta dalam pernyataan persnya di kantor Presiden.

Dia meminta pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan bangsa secara menyeluruh dan tuntas, bukan secara politik yang hasilnya dinilai cuma sementara. ‎Masukan mereka pun mendapat tanggapan baik dari Jokowi.

"Karena itu kami menginginkan Bapak Presiden, bahwa segala persoalan bangsa ini diselesaikan dengan yang hak, dengan seadil-adilnya. Alhamdulillah tanggapan beliau baik," ujar dia.

‎Selain itu, di negara yang pluralistik ini para ulama tersebut mengharapkan kehidupan antar umat secara damai dan rukun. Maka dari itu, dia menyarankan Jokowi kembali membuat dialog antar tokoh agama untuk membuat kesepakatan bersama hidup rukun antar umat beragama.

"Kami mengharapkan kepada Bapak Presiden agar pertama, kita sepakat antar umat beragama bahwa semua agama benar, menurut pemeluknya masing-masing. Konsekuensinya dari pasal itu hendaknya kita saling hormat-menghormati antar umat beragama, saling menghargai, tapi bukan berarti membenarkan semua agama. Semua agama benar menurut penganutnya masing-masing," tutur dia.

Selain itu, kata dia, pasal kedua adalah tidak memaksakan orang yang telah beragama untuk memeluk agama tertentu. Orang yang telah beragama harus dihormati, jangan menyuruh pindah agama.

"Jangan kita tersinggung terhadap ajaran agama lain, selama ajaran itu tertulis dalam kitab sucinya masing-masing. Kita harus hargai. Terakhir kita saling menjaga perasaan antar umat beragama, jangan berpegang pada HAM atauu liberalisme," imbuh dia.

Baca Juga: Undang 20 Ulama ke Istana, Jokowi Sampaikan Pesan Ini

"Kita juga perlu jaga perasaan antar umat. Saya katanya ke presiden, kalau ada umat Islam jumlahnya cuma dihitung dengan jari di tengah-tengah ribuan orang Kristen, tolong jangan mendirikan Mesjid besar, ini menyinggung perasaan mereka, bukan HAM-nya saja. Dan kami juga mengharapkan umat gereja hidup di tengah umat Islam yang ribuan, sedangkan dia jumlahnya hanya 5-10 orang tidak usah mendirikan gereja, hormati perasaan umat Islam dengan gereja yang ada," tutupnya.

Load More