Suara.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi akan memberikan honor Rp7,5 juta bagi kepala desa yang mampu melaksanakan program kesejahteraan hingga masyarakatnya tidak menerima beras sejahtera (rastra) atau raskin. Selain itu honor ketua RT Rp1 juta.
"Kalau program yang digulirkan itu berjalan baik, honor kepala desa jadi Rp7,5 juta dan honor Ketua RT menjadi Rp1 juta," katanya, di Purwakarta, Selasa (4/4/2017).
Saat ini honor kepala desa di daerah tersebut mencapai Rp5 juta per bulan. Sedangkan honor Ketua RT mencapai Rp750 ribu per bulan.
Ia mengatakan, kenaikan honor tersebut bukan sekadar iming-iming. Kenaikan honor tersebut merupakan penghargaan bagi kades yang sungguh-sungguh melaksanakan program kesejahteraan.
Sementara itu, beberapa program kesejahteraan yang jika berhasil bisa menaikkan honor kades dan Ketua RT diantaranya optimalisasi program Beras Perelek" (beras yang disediakan pemilik rumah dan disimpan di kaleng) di setiap desa.
Tujuan program itu dinilai strategis, karena jika seluruh warga mampu menyumbangkan Beras Perelek kepada warga tidak mampu, maka tahun depan masyarakat Purwakarta tidak akan lagi menerima program rastra atau raskin dari Bulog.
Selain itu program Keluarga Angkat, yakni bantuan dari keluarga mampu kepada keluarga yang tidak mampu. Untuk jenis bantuan yang diberikan menurutnya dapat berupa beras sebanyak 10 liter setiap bulan.
Melalui program itu, setiap kecamatan harus memiliki desa percontohan. Kalau setiap bulan dikawal pelaksanaannya di 40 desa, maka setelah tiga bulan seluruh desa dapat melaksanakan program tersebut.
"Teknisnya, bagi masyarakat seperti pegawai, TNI, POLRI atau masyarakat yang dinilai sudah mampu, bisa menyumbangkan beras sebanyak 10 liter untuk keluarga tidak mampu setiap bulan," kata Dedi.
Baca Juga: Sejumlah Warga Asal Purwakarta Tertipu Jadi Terapis 'Plus-plus'
Program kesejahteraan berikutnya ialah program pengembangan ekonomi masyarakat yang disebut SAKU atau Satu Keluarga Satu Usaha. SAKU akan diberlakukan dalam bentuk bantuan modal usaha yang anggarannya dapat dicairkan melalui Bantuan Keuangan Desa.
"Itu bisa berbagai macam usaha, seperti warung kecil, pertanian, dan peternakan. Kita kontrol, berikan target pengembangan usaha, lalu kita berikan bantuan modal," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad
-
Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan
-
KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing
-
DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura