Suara.com - Sampai hari ini, sikap resmi Partai Kebangkitan Bangsa ditunggu-tunggu kubu Anies Baswedan - Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat.
Di tataran bawah, warga PKB yang umumnya nahdliyin sebagian mendukung Anies, sebagian lagi mendukung Ahok.
Siang tadi, kehadiran Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas di acara kampanye Djarot di Jalan Sentra Primer, Pulogebang, Jakarta Timur, menarik perhatian. Apakah ini tanda PKB akan memutuskan untuk mendukung Ahok-Djarot seperti isu yang belakangan muncul?
Menanggapi Hasbiallah mendampingi Djarot kampanye, calon wakil gubernur Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Salahuddin Uno tidak kaget. Sebab, sebelum itu, Hasbiallah sudah terlebih dulu memberitahu tim Anies-Sandiaga.
"Pak Hasbiallah sudah menghubungi kami juga, beliau izin menemani Pak Djarot (kampanye). Saya bilang tidak ada masalah. Kami ingin politik yang mempersatukan," kata Sandiaga di Hotel Mandarin, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017).
Sandiaga mengatakan ikhlas dengan keikutsertaan Hasbiallah di acara kampanye rival.
"Saya ikhlas saja. Tapi kami tahu hatinya Pak Hasbiallah memilih siapa. Karena yang penting kan pilkada itu luber (langsung, umum, bebas, rahasia). Akhirnya memilih siapa dan menjalankan karena keterpaksaan kita harus hormati. Itu pilihannya dia," ujar Sandiaga.
"Kalau akar rumputnya saya yakin sudah bersama kami. Kami sudah 28 buka puasa bersama, 40 subuh bersama, dengan teman - teman PKB," Sandiaga menambahkan.
Ketika mendampingi Djarot, Hasbiallah menyatakan mengapresiasi kinerja Djarot selama mendampingi Ahok memimpin Jakarta.
Menurut Hasbiallah Djarot merupakan sosok pemimpin yang merakyat.
"Saya yakin beliau asli orang NU, bukan wahabi. Beliau ini merakyat sama. Beliau makan di warteg biasa, makan gorengan sama cabe nggak masalah karena habitatnya begitu," ujar Hasbiallah.
Daerah yang baru saja dikunjungi Djarot, kata Hasbiallah, dulu basis pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.
"Saya tahu persis keadaan di wilayah RW 8. Harus 90 persen pak Djarot di sini. Saya sudah datang ke sini berkali-kali, kalau nggak 90 persen saya malu," kata Hasbiallah.
Hasbiallah berharap pemilih Agus-Sylviana nanti beralih ke Ahok-Djarot.
"Saya kenal beliau dari dulu. Beliau selalu ingat masyarakatnya. Mudah-mudahan seluruh suara Agus-Sylvi menang di sini, digantikan dengan suara Ahok-Djarot," kata Hasbiallah.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir