Suara.com - Nama Mantan Ketua DPR Ade Komarudin kembali disebutkan oleh saksi dalam sidang kesebelas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tabda penduduk berbasis elekteonik e-KTP. Ade diduga menerima sejumlah uang dari mantan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Irman yang sudah menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.
Ketua panitia pengadaan, Drajat Wisnu Setyawan mengaku diperintahkan Irman mengantar titipan diduga uang yang dibungkus ke sebuah rumah di komplek DPR, Kalibata.
"Pernah saudara saksi diperintah antar uang?" kata Jaksa KPK, Abdul Basir saat menanyakan Drajat di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Iya saat itu saya pernah antar ke rumah di komplek DPR di seberang rel," kata Drajat.
Namun dia mengaku tidak tahu pemilik rumah tersebut yang akan menerima titipan uang dari Irman. Merasa janggal dengan pernyataan Drajat, jaksa pun sempat mengingatkannya untuk memberikan keterangan sebenar-benarnya. Jaksa merasa heran, Drajat tidak tahu siapa orang yang akan dititipi uang tersebut.
"Saya hanya mengingatkan saudara. Anda kan bukan pesakitan, Anda di sini hanya sebagai saksi, jawab yang lempeng-lempeng saja, nanti ada resikonya buat saudara kalau tidak lempeng," kata Basir.
Meski begitu, Drajat kembali mengaku tidak tahu pemilik rumah tersebut. Dia mengatakan setibanya di rumah tersebut hanya disambut seorang perempuan yang dianggap Drajat merupakan istri si pemilik rumah, Ade Komarudin.
"Saya dititipi alamat rumah bapak, saya tidak tahu itu rumah siapa," kata Drajat.
Berulang kali menjawab hal serupa, jaksa pun akhirnya menyebut nama Ade Komaruddin yang saat itu juga menjabat sebagai sekretaris Golkar.
Baca Juga: Drajat Wisnu Ungkap Proses Lelang Proyek e-KTP Tidak Adil
"Istrinya siapa? Masa bapak tahu tahu sampai rumah itu, nggak tahu siapa yang mau bapak temui?" tanya jaksa.
"Saya juga tidak tahu itu rumah siapa yang jelas saya itu saya ditugaskan," katanya.
"Baik kalau begitu, apa itu rumah Ade Komaruddin?" tanya jaksa.
"Tidak tahu saat itu rumah Pak Ade Komaruddin, baru tahu kemudian dari berita-berita," kata Drajat.
Sebelumnya, Ade menepis tudingan Irman yang menyebut bila dirinya menerima aliran uang haram dari proyek e-KTP tersebut. Bahkan, dia membantah terlibat dalam perencanaan ataupun pelaksanaan proyek tersebut. Tak sampai di situ, mantan Ketua DPR ini pun membantah meminta sebuah rumah di Komplek DPR RI. Diklaim dia, sejak Tahun 1997 sampai 2005 dirinya sudah tinggal di komplek tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung