Suara.com - Selain ribuan karangan bunga yang dikirim masyarakat untuk Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakilnya Djarot Saiful Hidayat, ada cara unik lain yang disampaikan pendukung kedua tokoh tersebut.
Evi Herlina (46), miliki cara unik untuk mengucapkan terima kasih dan harapan ke calon petahana yang kalah di Pilkada Jakarta 2017. Dia memilih membuat pohon harapan.
Para warga mengisi lembaran kertas warna-warni yang ada di pohon itu, dengan berbagai harapan mereka pada Ahok-Djarot.
"(Karangan) bunga begitu banyak. Ada orang yang tidak bisa membawa bunga. Tapi ia ingin menyampaikan (harapannya). Mungkin ini bisa sampai ke Pak Ahok," ujar Evi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/4/2017).
Sebelum ditemui wartawan, Evi terlihat sibuk mencari warga untuk diminta menuliskan harapan. Selanjutnya, kertas berisi harapan tersebut digantungkan ke pohon yang sudah disediakan.
"Jadi ini seperti berbentuk doa harapan ucapan. Saya bukan timnya Pak Ahok. (Inisiatif) saya sendiri. Makanya saya samperin orang satu-satu," kata Evi.
Dia juga tidak memaksa warga yang tengah berkunjung ke Balai Kota DKI apabila menolak menyampaikan harapannya. Evi menerangkan kata-kata berisi harapan warga beragam dan indah-indah bahasanya.
Ia berharap pohon harapan ini nantinya bisa dibaca oleh Ahok, walaupun tidak semuanya. Evi juga telah melakukan koordinasi dengan tim Ahok terkait hal itu.
"Harapannya bisa dilihat beliau, paling tidak satu usaha kita mengapresiasi. Kita punya penghargaan atas kerja beliau juga harapan kita ke beliau dengan doa-doa," katanya.
Baca Juga: Ada 4.000 Karangan Bunga, 2.500 Orang Lebih Foto Bersama Ahok
Beberapa harapan warga yang ditulis di kertas dan digantung ke pohon yakni:
"Terima kasih atas perjuangan untuk memperindah Jakarta. Tuhan Yesus Mengasihinya," tulis Jane Tangka.
"Maju terus pantang mundur. Tuhan menyertaimu selalu," tulis Hilda.
Ketika ditanya harapan untuk Ahok kedepan, setelah gagal menjadi gubernur Jakarta untuk dua periode, dengan tegas Evi mengatakan menolak Ahok menjadi menteri di pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dia hanya menginginkan cara Ahok memimpin ibu kota bisa dicontoh pejabat lain dan masyarakat.
"Tapi saya berharap beliau jadi contoh di tempat lain itu ada. Dan ada Ahok-Ahok lain yang lebih hebat. Kalau dia jadi menteri tapi di tempat lain tidak ada Ahok-Ahok lain untuk apa? Harapan membawa perubahan ke pemerintahan ke tempat lain," ucap perempuan yang tinggi di Cakung, Jakarta Timur itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara