Suara.com - Usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pertemuan tadi merupakan inisiatif KPK yang tujuannya untuk memberikan masukan kepada pemerintah menyangkut pencegahan korupsi di negeri ini.
"Jadi pertemuan ini memang atas permintaan KPK, karena meskipun lembaga independen, tapi beliau sebagai kepala negara perlu mendapatkan masukan dari kita terkait dengan banyak hal," kata Agus dalam konferensi pers usai bertemu Jokowi.
Masukan KPK kepada Jokowi, antara lain menyangkut aturan-aturan yang perlu disesuaikan, salah satunya mengenai peraturan tentang pajak pertambahan nilai 10 persen untuk kontrak pemerintah.
"Kami melihatnya yang namanya belanja modal dan belanja barang itu paling tidak yang 10 persen tidak bisa dimanfaatkan dengan optimal karena kembali lagi ke pemerintah," ujar dia.
Agus mengatakan peraturan tersebut berdampak pada peraturan-peraturan sebelumnya yang kini tidak bisa diterapkan dengan baik. Misalnya dalam hal aturan pengadaan, disebutkan apabila ada pekerjaan yang nilainya hanya Rp200 juta boleh dibeli secara langsung.
"Tetapi, kantor-kantor itu tidak bisa memiliki langsung, misalnya beli kertas 50 rim di swalayan dan minta PPN-nya ke mana," kata dia.
"Maka itu kami menyarankan untuk dievaluasi lagi, apakah memang itu tetap dijalankan seperti itu, atau kita mau jalan lain supaya 10 persen tadi jadi lebih optimal," Agus menambahkan.
Pertemuan tadi juga membahas adanya ketimpangan antara Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan UNCSC atau hasil konvensi pemberantasan korupsi diberbagai sektor. Indonesia sudah meratifikasi UNCSC, namun belum memiliki UU implementasinya, seperti penanganan kasus korupsi di sektor korporasi.
Tag
Berita Terkait
-
Suasana Cair! Kaesang Guyon soal Foto Jokowi Rakorwil PSI Kaltim
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno