Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat diwawancarai awak media di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (4/5/2017). [Suara.com/Bowo]
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, tidak bisa didirikan rumah susun. Lahan di sana, kata Ahok, merupakan cagar budaya dan aset badan usaha milik daerah.
"Masalahnya itu aset kami, Pasar Jaya dan itu ada bangunan kuno. Kamu boleh nggak bongkar bangunan cagar budaya?" ujar Ahok di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
Ahok mempertanyakan usulan untuk membangun kampung susun di Kampung Akuarium.
"Masalahnya itu aset kami, Pasar Jaya dan itu ada bangunan kuno. Kamu boleh nggak bongkar bangunan cagar budaya?" ujar Ahok di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
Ahok mempertanyakan usulan untuk membangun kampung susun di Kampung Akuarium.
"Kenapa kamu nggak usul Kota Tua saja sekalian bangunin rusun ya nggak? Lumayan kan," kata Ahok.
Kampung Akuarium masuk dalam revitalisasi kawasan Sunda Kelapa. Dalam waktu dekat, pemerintah Jakarta akan menertibkan bangunan semi permanen yang kembali didirikan warga usai pilkada.
Ahok menegaskan sampai masa jabatannya berakhir pada Oktober 2017, akan tetap menegakkan aturan.
Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat menjelaskan penataan kampung tersebut tujuannya untuk mengembalikan pada fungsi.
"Kan itu masuk cagar budaya kan, kita akan kembalikan nanti ya," ujarnya.
Sejak awal penertiban di Kampung Akuarium, warga yang sudah puluhan tahun menempatinya protes. Mereka merasa kebijakan tersebut tidak adil bagi warga, meskipun ada kompensasi berupa tinggal di rumah susun sewa sederhana.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng