Suara.com - TNI tengah melakukan investigasi untuk menyelidiki kasus sejumlah anggotanya dari kesatuan Angkatan Darat yang tewas saat latihan tembak Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (18/5/2017) kemarin. Dalam kasus ini empat orang anggota TNI AD tewas dan delapan orang anggota lainnya terluka saat latihan menggunakan meriam buatan Cina.
"Masih diinvestigasi, saya sendiri juga belum ke sana. Mungkin ada kelainan barangkali, tapi masih diinvestigasi," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono ditemui usai menghadiri pelantikan sejumlah Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/5).
Dia mengungkapkan senjata yang digunakan prajurit dari Batalyon Arhanud 1/K TNI AD itu adalah Meriam Giant Bow. Meriam ini adalah senjata penangkis serangan udara jarak sedang yang dibeli dari Cina pada 2008 lalu.
Mulyono mengungkapkan, tim investigasi tengah mencari tahu penyebab salah satu Meriam buatan Cina tersebut macet sehingga memakan konban sejumlah prajurit tewas dan terluka. Selain itu, pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi yang ada di lokasi kejadian, termasuk prajurit yang mengendalikan senjata tersebut.
"(Senjata) yang lain tidak, yang ini macet. Itu yang sedang kami selidiki, investigasi," tandas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
Terkini
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora
-
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
-
Kecelakaan Tragis di Koja: Nenek Penumpang Ojek Tewas Terlindas Trailer Usai Pulang Berobat
-
Asah Insting Tempur, TNI AL Gelar Simulasi Halau Serangan Udara di Perbatasan Tarakan