Suara.com - FPI, organisasi massa yang dikenal seringkali melakukan aksi sepihak, berjanji tidak melakukan sweeping ke tempat-tempat hiburan malam saat bulan Ramadan, Mei-Juni 2017.
Janji itu diutarakan Juru Bicara FPI Slameet Maarif setelah mengetahui aparat kepolisian menggerebek lokasi yang dianggap sarang prostitusi hubungan sejenis di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16, RT 15, RW 3, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (21/5/2017) malam.
"FPI bersyukur aparat kepolisian mau membuka mata dan bersikap tegas. Kami berharap, polisi bisa terus menggelar razia tempat-tempat maksiat sebelum tiba bulan Ramadan,” kata Slamet Maarif kepada Suara.com, Senin (22/5).
“Jika kepolisian serius memberantas segala kemaksiatan, kami pastikan tidak akan ada sweeping sepanjang Ramadan," tukasnya lagi.
Untuk diketahui, FPI tak hanya menyasar tempat-tempat yang secara sepihak dianggap sebagai lokasi maksiat. Mereka juga kerapkali melakukan upaya paksa terhadap pedagang-pedagang warung makan yang kedapatan buka siang hari saat Ramadan.
dari upaya penggerebekan lokasi diduga tempat pesta prostitusi kaum gay, polisi telah menetapkam 10 orang sebagai tersangka. Mereka berinisial CD, N, D, RA, SA, BY, R, TT, A, dan S.
"10 orang sudah kami tetapkan tersangka. empat orang pengelola, empat orang penari striptease dan dua orang tamu yang ikut striptease," kata Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Dwiyono.
Adapun empat pengelola Atlantis Jaya berinisial CD, N, D dan RA dijerat Pasal 30 Jo Pasal 4 (2) Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun kurungan penjara.
Sedangkan enam orang lainnya, SA, BY, R, TT, A, dan S, disangkakan dengan Pasal 36 Juncto Pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.
Baca Juga: Jenderal Gatot di Acara Golkar: Saya Yakin Semua Partai Beretika
Berita Terkait
-
Gelar Gerakan 7 Juta Status untuk Rizieq Shihab Diinisiasi FPI
-
144 Pria Atlantis Diduga Diperlakukan Tak Senonoh Polres Jakut
-
YLBHI Cs Kecam Penangkapan 144 Pria Homoseks Kelapa Gading
-
Gerebek Pesta Gay, Polisi Ringkus 141 Orang di Kelapa Gading
-
Komentar Usman Hamid Soal Zainal Abidin Masuk ke Komnas HAM
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan