Suara.com - Juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Prabowo, menyanggah isu yang menyebutkan ada perlindungan khusus dari Presiden kepada Ketua DPR yang juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto atas kasus dugaan korupsi e-KTP.
"Presiden tidak bisa intervensi KPK. Presiden pun tidak mau mengambil sikap itu, KPK kan independen. Jadi saya kira analisis itu (Jokowi akan lindungi Setnov dari kasus e-KTP) tidak benar," kata Johan saat ditemui usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5/2017) sore.
Isu Jokowi melindungi Novanto bergulir setelah disampaikan Koordinator Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam diskusi bertema Refleksi 1 Tahun Partai Golkar Kepemimpinan Setya Novanto di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (21/5/2017) kemarin.
Ahmad Doli menyebutkan Novanto di beberapa kesempatan menyatakan aman dari perkara dugaan korupsi e-KTP karena sudah sangat dekat dengan Jokowi dan telah berbicara empat mata.
Johan mengklarifikasi bahwa pertemuan Jokowi dengan Novanto dalam rangka hubungan pimpinan DPR dan pemerintah.
"Presiden Jokowi ini eksekutif dan tidak bisa mencampuri urusan legislatif, Pak Setnov adalah legislatif. Pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Setnov adalah dalam konteks hubungan antar Ketua DPR dengan Presiden, acara kenegaraan," kata dia.
Kasus e-KTP merugikan keuangan negara sekitar Rp2,3 triliun dari nilai total proyek Rp5,9 triliun.
Proyek ini telah menyeret dua terdakwa dan dua tersangka. Sejumlah nama politikus berpengaruh disebut-sebut dalam persidangan.
Berita Terkait
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat! Cacat Hukum? Ini Kata Penggugat
-
Setnov Bebas Bersyarat, Arukki dan LP3HI Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta: Kecewa!
-
Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?
-
Biodata dan Agama Rheza Herwindo, Anak Setya Novanto yang Nikahi Kerenina Sunny
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Kejagung Bongkar Korupsi Ekspor CPO & POME, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Hadirkan 'Wajah Humanis', 1.060 Polisi Siaga Kawal Demo Guru Madrasah di Depan Gedung DPR
-
Kerugian Negara Ditaksir Rp14 Triliun, Kejagung Mulai Lacak Aset 11 Tersangka Perkara Ekspor CPO
-
8.000 Personil TNI Dikirim ke Gaza untuk Misi Damai, Disebut Bakal Lucuti Hamas
-
Jadwal WFA Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026: Tidak Potong Cuti Tahunan dan Upah Harus Utuh
-
Rano Karno Soroti Trotoar Jadi Lahan Parkir dan PKL: Itulah Uniknya Jakarta
-
Panglima TNI Rombak Besar-besaran: 12 Jenderal AD Dimutasi, Salah Satunya Jampidmil
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Bonatua Jadi Ahli Meringankan Roy Suryo Cs Hari Ini
-
Membersihkan 'Telur-telur Busuk', Hashim Tegaskan Akan Ada Pejabat yang Dicopot Prabowo