Suara.com - Pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pornografi, oleh Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya), Senin (29/5/2017).
"Penyidik meningkatkan status dari saksi menjadi tersangka HR," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/5/2017).
Ia menjelaskan, penetapan status itu setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara penanganan dugaan kasus pornografi yang menyeret Rizieq dengan Firza Husein.
Argo menyatakan, polisi memiliki alat bukti yang cukup dari hasil gelar perkara guna menaikkan status Rizieq sebagai tersangka.
"Tentunya sudah didapat penyidik, ada beberapa alat bukti seperti chat dan telepon selular," tutur Argo.
Tak perlu lama menunggu, penetapan tersebut menjadi kehebohan tersendiri di tengah masyarakat Indonesia yang banyak tengah beribadah puasa bulan Ramadan.
Kehebohan tersebut, paling kentara dan dapat dinikmati banyak orang melalui media-media sosial. Sementara anggota FPI dan simpatisan sang habib ramai-ramai mengecam penetapan status tersebut, tak sedikit pula warganet yang menanggapi hal itu sebagai humor.
”Bang Toyib, Bang Toyib, kenapa tak pulang-pulang.. Statusmu, statusmu, kini sudah tersangka," tulis administrator laman ”Humor Politik” di Facebook, selang 30 menit setelah berita mengenai Habib Rizieq menjadi tersangka tersebar.
Pengampu laman tersebut menyatir satu lagu dangdut yang menceritakan seorang lelaki yang tak kunjung pulang. Rizieq sendiri, kekinian tak berada di Indonesia.
Baca Juga: Kalina Oktarani Ogah Gelar Resepsi, Kok?
Kabar terakhir, ia berada di Arab Saudi. Menurut pengacaranya, Rizieq tak pulang sebagai bentuk protes atas tindakan aparat kepolisian yang menurutnya “mengkriminalisasi ulama.”
Kali pertama diketahui tak berada di Indonesia, Rizieq diketahui berwisata religi alias umrah di Arab Saudi bersama keluarganya.
Setelah itu, Rizieq ternyata diketahui berada di Malaysia untuk mengurus persoalan kuliahnya yang tak kunjung selesai.
Ketika itu, banyak pihak yang berharap Rizieq segera pulang ke tanah air dari Malaysia, karena sudah kali ketiga mangkir dari pemeriksaan Polda Metro Jaya.
Namun, Rizieq ternyata ogah pulang. Ia justru kembali terbang ke Arab Saudi, karena mengkhawatirkan kasusnya dipolitisasi.
Kisah petulangan Rizieq bolak-balik ke Arab Saudi juga tak lepas dari sasaran lelucon warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Habis Lebaran, Israel Makin Biadab Berbuat Hal Keji Begini ke Rakyat Palestina
-
Arus Balik Lebaran 2026: 51 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen dan Gambir Terpadat
-
Benjamin Netanyahu Mulai Kalang Kabut Hadapi Iran Sampai Lakukan Hal Memalukan Ini
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin: Langit Berawan Tebal, Hujan Turun Mulai Sore Hari
-
Diskon Tol 30 Persen Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Diimbau Atur Waktu Perjalanan
-
Sambut Arus Balik 2026, Transjakarta Operasikan 5 Rute Khusus dari Pulo Gebang
-
InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang hingga H1 Lebaran 2026
-
Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi
-
Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan
-
Lebaran, Prabowo Silaturahmi via Telepon dengan Erdogan hingga Mohammed bin Salman