Suara.com - Setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus pornografi oleh penyidik Polda Metro Jaya, pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab banir simpati dari pendukungnya di media sosial pada Selasa (31/5/2017), dini hari.
Pendukung Rizieq memakai #KamiBersamaHRS #KamiTetapBersamaHRS sebagai bentuk dukungan moral. Tanda tersebut sampai menjadi trending topic di Twitter untuk zona Indonesia.
"STAY STRONG, YAA HABIB. Allah will help You, amiin........ #KamiBersamaHRS #KamiTetapBersamaHRS," tulis netizen.
Pendukung Rizieq meyakini kalau Rizieq tidak bersalah dalam kasus tersebut.
"-- Ya Allah, di bln Ramadhan ini lindungi Ulama km, hancurkan sgl kebathilan &bersihkan institusi POLRI dr kezhaliman #KamiTetapBersamaHRS," tulis netizen.
Sebagian besar netizen mendoakan Rizieq agar bisa melewati situasi sulit seperti sekarang.
"Lindungi dan jaga ulama kami dari Fitnah keji ya allah! Kembalikan fitnah keji kepada mereka yg memfitnah! #KamiTetapBersamaHRS," tulis netizen.
Sebagian netizen mengkritik langkah Polda Metro Jaya menaikkan status hukum Rizieq dari saksi menjadi tersangka. Bagi mereka, Rizieq tidak dengan kasus pornografi.
"Wahai para aparat2 yg dzolim, ingatlah semua perbuatan kalian akan dipertanggungjawabkan #KamiTetapBersamaHRS," tulis netizen.
Netizen tidak percaya dengan konten yang disebar lewat situs baladacintarizieq.com. Mereka yakin Rizieq hanyalah korban politisasi.
"Skandal hoax kayak gini saya yakin ada tokoh besar yg sangat benci Dg HRS . Tapi ingat mereka akan menuai badai karena #KamiTetapBersamaHRS," tulis netizen.
Hingga berita ini diturunkan, netizen masih ramai membicarakan kasus Rizieq.
Penyidik Polda Metro Jaya memastikan penetapan tersangka dugaan penyebaran percakapan dan foto berkonten pornografi terhadap Rizieq sudah sesuai prosedur, meskipun belum pernah menjalani pemeriksaan.
"Iya bisa jadi tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta.
Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq menjadi tersangka, walaupun belum pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi karena dua kali mangkir pemanggilan.
Berita Terkait
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
-
5 Fakta Panas Bentrok Berdarah di Ceramah Rizieq Shihab yang Sebabkan 15 Orang Terkapar
-
Siapa Dalang Penyerangan di Ceramah Habib Rizieq? 5 Orang Terluka Sajam, Ini Tuntutan HRS
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
-
Dari Semua Penjuru Mata Angin, Rudal Iran dan Roket Hizbullah Hantam Wilayah Israel
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Anies Ingatkan Indonesia Tak Boleh Bungkam di Tengah Ketidakadilan Global: Ada Kontrak dengan Dunia