Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (3/11). [suara.com/Oke Atmaja]
Kini, nama pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab resmi masuk Daftar Pencarian Orang. Rizieq masuk daftar buronan karena tetap tidak mau kembali ke Indonesia untuk menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pornografi.
"Kasus tersangka HRS (Habib Rizieq Shihab) perkembangannya penyidik Polda Metro Jaya sudah menerbitkan DPO hari ini," kata Kepala Bidang Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (31/5/2017).
Surat DPO diterbitkan setelah Polda Metro Jaya mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Rizieq pada Selasa (30/5/2017). Kemudian, penyidik berkoordinasi kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk menanyakan terkait keberangkatan Rizieq ke luar negeri.
"Kasus tersangka HRS (Habib Rizieq Shihab) perkembangannya penyidik Polda Metro Jaya sudah menerbitkan DPO hari ini," kata Kepala Bidang Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (31/5/2017).
Surat DPO diterbitkan setelah Polda Metro Jaya mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Rizieq pada Selasa (30/5/2017). Kemudian, penyidik berkoordinasi kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk menanyakan terkait keberangkatan Rizieq ke luar negeri.
"Kemarin kan sudah saya sampaikan, penyidik setelah mengeluarkan surat perintah penangkapan melakukan lidik ke rumah yang bersangkutan. Apakah ada yang bersangkutan di rumahnya, setelah itu baru ke imigrasi menanyakan kapan yang bersangkutan keluar dari Indonesia," kata dia.
Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya sedang rapat untuk menentukan langkah berikutnya setelah Rizieq masuk daftar buronan.
"Rapatnya masih berlangsung, karena sudah mengeluarkan DPO tentunya akan dibahas di rapat itu," kata Argo.
Polda Metro Jaya telah menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus pornografi terkait penyebaran chat sex dan dan foto porno yang beredar di situs baladacintariizeq.com.
Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 Juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dengan ancaman penjara di atas lima tahun.
Dalam kasus pornografi ini, polisi juga telah menjerat Firza Husein sebagai tersangka. Berkas perkara Firza Husein juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Pimpinan Forum Umat Islam Bernard Abdul Jabbar tidak terima dengan langkah Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus pornografi.
"Ini bentuk kesewenang-wenangan dari aparat dan bentuk pendzoliman terhadap para ulama yang ada. Ini tidak harusnya dilakukan oleh pemerintah walaupun kita tahu sudah beberapa kali mencari kesalahan dari Habib Rizieq Shihab tidak didapati," ujar Bernard, Selasa (30/5/2017).
Menurut dia sejak awal kasus tersebut direkayasa untuk mengkriminalisasi Rizieq.
"Ini rencana jahat, salah satu rencana besar untuk menjatuhkan mencari kesalahan besar yang bisa dilakukan terhadap habib. Ini sebagai preseden buruk terhadap penindakan hukum dan HAM bagi Indonesia ini. Ini tidak boleh dilakukan kepada siapapun," kata dia.
Rizieq teah melakukan sumpah mubahalah atas kasus yang dituduhkan kepadanya. Sumpah mubahalah dalam agama Islam ini tindakan yang sangat keras. Kalau Rizieq bohong, dia akan dilaknat oleh Allah. Tapi jika benar, maka yang menuduhnya yang dilaknat azab yang pedih.
"Meskipun kita tahu mubahalah habib itu sampai sekarang tidak ada yang menerima tantangan itu. Padahal sebagai seorang mukmin ketika dituduh, maka salah satu sikapnya ya mubahalah," katanya.
Bernard menyontohkan Rasulullah SAW juga pernah melakukan sumpah mubahalah kepada orang-orang kafir.
"Rasul juga melakukan mubahalah kepada orang-orang kafir yang memusuhi rasul. Sekarang kan tidak ada yang mau menyambutnya karena Allah kan langsung spontan menjawabnya terhadap mereka yang melakukan pembohongan. Ini yang harus jadi perhatian pemerintah," kata dia.
Bernard minta pemerintah menghentikan proses hukum terhadap Rizieq.
"Jangan sampai kedepannya pemerintah biarkan umat marah. Karena kalau umat sampai marah, mereka bergerak maka pasti akan terjadi kerugian di antara kedua belah pihak. Tidak menutup kemungkinan aksi besar akan ada karena dari bawah saja sudah marah ini," kata dia.
"Ini bentuk kesewenang-wenangan dari aparat dan bentuk pendzoliman terhadap para ulama yang ada. Ini tidak harusnya dilakukan oleh pemerintah walaupun kita tahu sudah beberapa kali mencari kesalahan dari Habib Rizieq Shihab tidak didapati," ujar Bernard, Selasa (30/5/2017).
Menurut dia sejak awal kasus tersebut direkayasa untuk mengkriminalisasi Rizieq.
"Ini rencana jahat, salah satu rencana besar untuk menjatuhkan mencari kesalahan besar yang bisa dilakukan terhadap habib. Ini sebagai preseden buruk terhadap penindakan hukum dan HAM bagi Indonesia ini. Ini tidak boleh dilakukan kepada siapapun," kata dia.
Rizieq teah melakukan sumpah mubahalah atas kasus yang dituduhkan kepadanya. Sumpah mubahalah dalam agama Islam ini tindakan yang sangat keras. Kalau Rizieq bohong, dia akan dilaknat oleh Allah. Tapi jika benar, maka yang menuduhnya yang dilaknat azab yang pedih.
"Meskipun kita tahu mubahalah habib itu sampai sekarang tidak ada yang menerima tantangan itu. Padahal sebagai seorang mukmin ketika dituduh, maka salah satu sikapnya ya mubahalah," katanya.
Bernard menyontohkan Rasulullah SAW juga pernah melakukan sumpah mubahalah kepada orang-orang kafir.
"Rasul juga melakukan mubahalah kepada orang-orang kafir yang memusuhi rasul. Sekarang kan tidak ada yang mau menyambutnya karena Allah kan langsung spontan menjawabnya terhadap mereka yang melakukan pembohongan. Ini yang harus jadi perhatian pemerintah," kata dia.
Bernard minta pemerintah menghentikan proses hukum terhadap Rizieq.
"Jangan sampai kedepannya pemerintah biarkan umat marah. Karena kalau umat sampai marah, mereka bergerak maka pasti akan terjadi kerugian di antara kedua belah pihak. Tidak menutup kemungkinan aksi besar akan ada karena dari bawah saja sudah marah ini," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap