Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono saat meninjau Halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta, Minggu (28/5) [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pelaksana tugas gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta aksi persekusi dihentikan. Persekusi yaitu pemburuan orang atau sekelompok orang secara sewenang-sewenang untuk disakiti karena dianggap menghina agama atau ulama di media sosial.
"Saya berharap betul bahwa aparatur kepolisian itu bisa bertindak lebih tegas lagi supaya kejadian ini tidak dilakukan secara berulang-ulang oleh kelompok mana pun juga," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Pernyataan Djarot menyusul jatuh korban aksi persekusi berinisial PMA (15) di Jakarta Timur baru-baru ini. Akibatnya, PMA trauma berat dan sekarang diungsikan bersama keluarganya ke rumah aman. Ihwal kasus ini status Facebook PMA yang dianggap menghina Habib Rizieq Shihab.
Menurut Djarot apabila pelaku persekusi tidak ditindak tegas, hal serupa akan terus terjadi.
"Kalau kita agak longgar dan permisif, tidak tegas, ya maka ini akan dilakukan secara berulang ulang. bukan hanya satu ormas tertentu saja, tapi bisa diikuti oleh ormas-ormas yang lain," kata Djarot.
"Saya berharap betul bahwa aparatur kepolisian itu bisa bertindak lebih tegas lagi supaya kejadian ini tidak dilakukan secara berulang-ulang oleh kelompok mana pun juga," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Pernyataan Djarot menyusul jatuh korban aksi persekusi berinisial PMA (15) di Jakarta Timur baru-baru ini. Akibatnya, PMA trauma berat dan sekarang diungsikan bersama keluarganya ke rumah aman. Ihwal kasus ini status Facebook PMA yang dianggap menghina Habib Rizieq Shihab.
Menurut Djarot apabila pelaku persekusi tidak ditindak tegas, hal serupa akan terus terjadi.
"Kalau kita agak longgar dan permisif, tidak tegas, ya maka ini akan dilakukan secara berulang ulang. bukan hanya satu ormas tertentu saja, tapi bisa diikuti oleh ormas-ormas yang lain," kata Djarot.
Tapi, Djarot juga mengimbau pengguna internet untuk bijak. Jangan memproduksi konten yang bernuansa untuk memecah belah, juga jangan mudah memviralkan konten yang negatif.
Dalam kasus PMA, poisi telah menetapkan dua tersangka berinisial M dan U.
M dan U diduga melanggar Pasal 80 ayat 1 Juncto Pasal 76C Undang Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Polisi juga menjerat keduanya dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan.
Korban persekusi tak hanya terjadi di Jakarta, sebelumnya terjadi di Kota Solok, Sumatera Barat, dengan korban dokter Fiera Lovita, juga di Karawang, Jawa Barat, korbannya pengusaha bernama Aking Saputra.
Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) mencatat sebanyak 59 orang menjadi target persekusi. Safenet merupakan jaringan relawan kebebasan ekspresi di Asia Tenggara.
"Sampai sekarang sudah 59 orang yang ditarget dengan tindakan persekusi ini. Kalau dilihat-lihat dari sebarannya sudah merata, nggak ada area yang tidak tercover dari persekusi ini," ujar Regional Coordinator Safenet Damar Juniarto dalam konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jalan Pangeran Diponegoro, nomor 74, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).
Data tersebut tercatat dari bulan Januari 2017 hingga Mei 2017.
Wilayah Jawa Barat merupakan wilayah yang paling banyak terdapat aksi persekusi. Hingga saat ini, Safenet masih menghimpun data dari daerah tersebut.
"Tapi memang kalau lihat intensitas Jawa Barat merupakan tempat yang paling banyak dilakukan persekusi," kata Damar.
"Besar kemungkinan karena data ini masih berkembang dan kita masih mengumpulkan, mungkin jumlahnya akan bertambah dan lebh luas," Damar menambahkan.
Damar mengatakan pelaku persekusi target utamanya orang-orang yang menulis status di sosial media dan kontennya berbeda pendapat dengan mereka.
M dan U diduga melanggar Pasal 80 ayat 1 Juncto Pasal 76C Undang Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Polisi juga menjerat keduanya dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan.
Korban persekusi tak hanya terjadi di Jakarta, sebelumnya terjadi di Kota Solok, Sumatera Barat, dengan korban dokter Fiera Lovita, juga di Karawang, Jawa Barat, korbannya pengusaha bernama Aking Saputra.
Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) mencatat sebanyak 59 orang menjadi target persekusi. Safenet merupakan jaringan relawan kebebasan ekspresi di Asia Tenggara.
"Sampai sekarang sudah 59 orang yang ditarget dengan tindakan persekusi ini. Kalau dilihat-lihat dari sebarannya sudah merata, nggak ada area yang tidak tercover dari persekusi ini," ujar Regional Coordinator Safenet Damar Juniarto dalam konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jalan Pangeran Diponegoro, nomor 74, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).
Data tersebut tercatat dari bulan Januari 2017 hingga Mei 2017.
Wilayah Jawa Barat merupakan wilayah yang paling banyak terdapat aksi persekusi. Hingga saat ini, Safenet masih menghimpun data dari daerah tersebut.
"Tapi memang kalau lihat intensitas Jawa Barat merupakan tempat yang paling banyak dilakukan persekusi," kata Damar.
"Besar kemungkinan karena data ini masih berkembang dan kita masih mengumpulkan, mungkin jumlahnya akan bertambah dan lebh luas," Damar menambahkan.
Damar mengatakan pelaku persekusi target utamanya orang-orang yang menulis status di sosial media dan kontennya berbeda pendapat dengan mereka.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut
-
Rektor Undip Bantah Aulia Risma Jadi Korban Bullying: Almarhumah Punya Masalah Kesehatan
-
Jerit Ketakutan Mahasiswi di Cisauk Saat Warga Larang Ibadah dan Lakukan Aksi Kekerasan
-
Marak Persekusi Hukum, Anies Janjikan Layanan Hotline Paris untuk Masyarakat
-
Rocky Gerung Sentil PDIP Usai Ditolak di Sleman, Buntut Dituduh Hina Jokowi 'Bajingan Tolol'?
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!