Suara.com - Asa Firda Inayah atau lebih beken dengan nama akun Facebook miliknya, Afi Nihaya Faradisa, enggan berkomentar setelah tulisannya berjudul 'Belas Kasih Dalam Agama Kita' di Facebook, Minggu (25/5/2017) akhir pekan lalu, dianggap menjiplak atau Plagit.
Tulisan yang diakui buah karyanya itu dinilai hasil menjiplak, karena terdapat banyak paragraf yang sama dengan tulisan berjudul ”Agama Kasih” karya Mita Handayani. Mita lebih dulu memublikasikan karyanya, yakni 30 Juni 2016.
"Saya akan memberikan tanggapan secara pribadi tidak di media, karena saya berasal dari akun pribadi, maka saya akan mempertanggungjawabkannya secara pribadi," ujar Afi seusai menghadiri Diaog memperingati hari Lahir Pancasila bertema 'Apa Kata Milenial Tentang Pancasila?' Di Kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia, Jalan Wahid Hasyim, Jumat (2/6/2017).
Afi ogah menjawab saat ditanya wartawan mengenai pengakuan Mita yang tak mempersoalkan dan justru memaafkan tulisannya dipakai Afi.
Saat sesi wawancara soal pengakuan Mita, Afi sempat beberapa saat terdiam. Dirinya pun terlihat mencari seseorang untuk membantu menjawab pertanyaan dari awak media.
Namun, akhirnya dirinya enggan menjawab pertanyaan awak media.
Sebelumnya, Mita Handayani, pegiat isu toleransi antarumat beragama di media sosial, akhirnya angkat bicara mengenai tulisan-tulisannya yang diduga dijiplak atau diplagiat oleh Asa Firda Inayah atau beken disebut Afi Nihaya Faradisa.
Mita, melalui tulisan yang diunggah ke laman Facebook pribadinya mengatakan, artikel "Agama Kasih" yang diduga dijiplak Afi adalah buah karyanya.
"Betul. Aku pernah menulis sebuah catatan ringan pada Ramadan tahun lalu yang berjudul "Agama Kasih", yang screenshot-nya beredar saat ini," tulisnya, Kamis (1/6/2017).
Baca Juga: Pakai Spidol, Ayu Azhari Tulis Nama Yana Zein di Papan Nisan
Sejak dulu, kata Mita, tulisan-tulisannya sudah biasa disalin, diproduksi ulang, dan disebar oleh orang lain. Namun, ia tak memusingkan hak paten atau autentifikasi.
"Aku pernah salah. Kamu pernah salah. Kita semua pernah salah. Jika usaha Afi kali ini dianggap kesalahan, aku mohon dimaafkan," tulisnya lagi.
Selengkapnya, inilah penjelasan Mita mengenai kehebohan plagiarisme yang dialamatkan ke Afi, sejak Rabu (31/5) kemarin:
Betul. Aku pernah menulis sebuah catatan ringan pada Ramadan tahun lalu yang berjudul "Agama Kasih", yang screenshot-nya beredar saat ini. Tulisan itu masih serangkai dengan "Lampu Sang Khalifah" yang juga tayang di tanggal yang sama. Keduanya aku tulis untuk meramaikan momen Ramadan saat itu, dan sebenarnya justru lebih ditujukan kepada segmen pembaca anti Islam agar bisa mengapresiasi sisi lain Islam yang mungkin jarang mereka dengar. Bahwa Islam tidak monolitik, bahwa Islam juga terdiri dari kutub-kutub tafsir yang saling berkompetisi. Dan bahwa sebagian kutub itu juga menyajikan wajah Islam yang sejuk.
Sejak dulu, tulisanku sudah biasa disalin, diproduksi ulang, dan disebar orang lain di grup dan tempat-tempat yang kadang aku sendiri tidak tahu. Aku tidak pernah ambil pusing soal itu. Menulis bagiku adalah soal lain. Meminjam istilah Pram: bekerja untuk keabadian. Dan dalam konteks ini, bukan nama yang ingin kuabadikan.
Aku tidak pernah mengenal dan berkomunikasi dengan Afi Nihaya Faradisa sebelum ramai-ramai ini. Kalau Afi merasa terinspirasi oleh salah satu tulisanku, aku ikut merasa senang. Afi anak yang cerdas, dan aku sudah sering melihat tulisannya bertebaran juga sebelum ini. Kalau ada kesalahan fatal yang Afi lakukan, itu adalah karena belakangan ini dia mulai berani menyentuh isu agama, sehingga mengundang gelombang pembenci baru yang siap mencari-cari dan menguliti semua kesalahannya yang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya