Habib Rizieq Shihab tiba di Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (28/2). [suara.com/Oke Atmaja]
Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan berkoordinasi dengan kepolisian Arab Saudi untuk menangani tersangka kasus pornografi, Habib Rizieq Shihab, yang sampai hari ini masih berada di Arab.
"Kami akan bicarakan kemudian ya dengan pemerintah Arab Saudi. Kami belum tahu kepastian yang bersangkutan stay atau tidak kami akan tunggu," kata Iriawan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/6/2017).
Iriawan mengatakan Polri dan kepolisian Arab Saudi sudah terjalin kerjasama untuk menangani kasus-kasus transnasional. Kerjasama disepakati ketika Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud berkunjung ke Jakarta pada Februari 2017.
"Ada police to police, kan sudah ada kerjasama dengan Kepolisian Arab waktu kemari Raja Salman datang. Kami tandatangan antara Pak Kapolri dengan Kepolisian Arab di Istana. Itu nanti akan kita bicarakan tingkat police to police," katanya.
Selain kerjasama dengan kepolisian Arab Saudi, penyidik Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan National Central Bureau atau Interpol Indonesia untuk meminta nama Rizieq masuk dalam red notice.
"Itu bukan kewenangan saya, itu di Interpol. Kita tidak bisa meminta pada Interpol. Biar Interpol yang menilai apakah kasus ini masuk dalam kategori red notice atau tidak," katanya.
Polda Metro Jaya juga telah menyebar foto dan profil Rizieq ke setiap kantor polsek dan polres di seluruh Indonesia. Penyebaran foto dan identitas itu dilakukan lantaran nama Rizieq sudah masuk dalam daftar pencarian orang.
Dalam kasus ini, polisi juga sudah menetapkan Firza Husein menjadi tersangka.
"Kami akan bicarakan kemudian ya dengan pemerintah Arab Saudi. Kami belum tahu kepastian yang bersangkutan stay atau tidak kami akan tunggu," kata Iriawan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/6/2017).
Iriawan mengatakan Polri dan kepolisian Arab Saudi sudah terjalin kerjasama untuk menangani kasus-kasus transnasional. Kerjasama disepakati ketika Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud berkunjung ke Jakarta pada Februari 2017.
"Ada police to police, kan sudah ada kerjasama dengan Kepolisian Arab waktu kemari Raja Salman datang. Kami tandatangan antara Pak Kapolri dengan Kepolisian Arab di Istana. Itu nanti akan kita bicarakan tingkat police to police," katanya.
Selain kerjasama dengan kepolisian Arab Saudi, penyidik Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan National Central Bureau atau Interpol Indonesia untuk meminta nama Rizieq masuk dalam red notice.
"Itu bukan kewenangan saya, itu di Interpol. Kita tidak bisa meminta pada Interpol. Biar Interpol yang menilai apakah kasus ini masuk dalam kategori red notice atau tidak," katanya.
Polda Metro Jaya juga telah menyebar foto dan profil Rizieq ke setiap kantor polsek dan polres di seluruh Indonesia. Penyebaran foto dan identitas itu dilakukan lantaran nama Rizieq sudah masuk dalam daftar pencarian orang.
Dalam kasus ini, polisi juga sudah menetapkan Firza Husein menjadi tersangka.
Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo menyebut proses hukum terhadap ulama -- Habib Rizieq Shihab dan Muhammad Al Khaththath -- merupakan politik balas dendam Presiden Joko Widodo atas kekalahan Basuki Tjahaja Purnama di pilkada Jakarta periode 2017-2022.
"Lepaskan semua ulama. SP3 kan ini semua. Insya Allah aman kok. Tapi ternyata, ini bukan malah membuat suasana jadi damai, malah Presiden, kita tahu ujungnya Presiden. Nggak usah jauh-jauh, ini Presiden balas dendam," kata Sambo di Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).
Rizieq ditetapkan menjadi tersangka kasus penghinaan terhadap lambang negara dan pencemaran nama baik mantan Presiden Soekarno. Kasus itu ditangani Polda Jawa Barat. Kemudian Rizieq kembali ditetapkan menjadi tersangka kasus pornografi oleh Polda Metro Jaya. Sedangkan Al Khaththath ditetapkan menjadi tersangka kasus makar.
"Kita tahu Pak Jokowi kan ke Ahok, Ahok sudah kalah, ini sudah balas dendam. Kita tahu ketua tim sukses ini Pak Presiden, ini kan sudah balas dendam. Ulama-ulama harus disikat, semua bikin Ahok masuk (penjara)," ujar Sambo.
"Lepaskan semua ulama. SP3 kan ini semua. Insya Allah aman kok. Tapi ternyata, ini bukan malah membuat suasana jadi damai, malah Presiden, kita tahu ujungnya Presiden. Nggak usah jauh-jauh, ini Presiden balas dendam," kata Sambo di Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).
Rizieq ditetapkan menjadi tersangka kasus penghinaan terhadap lambang negara dan pencemaran nama baik mantan Presiden Soekarno. Kasus itu ditangani Polda Jawa Barat. Kemudian Rizieq kembali ditetapkan menjadi tersangka kasus pornografi oleh Polda Metro Jaya. Sedangkan Al Khaththath ditetapkan menjadi tersangka kasus makar.
"Kita tahu Pak Jokowi kan ke Ahok, Ahok sudah kalah, ini sudah balas dendam. Kita tahu ketua tim sukses ini Pak Presiden, ini kan sudah balas dendam. Ulama-ulama harus disikat, semua bikin Ahok masuk (penjara)," ujar Sambo.
Komentar
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki