Suara.com - Otoritas Olahraga Thailand (SAT) memastikan negaranya bakal jadi salah satu tuan rumah balapan MotoGP tahun depan. Kabar baik itu diumumkan SAT melalui akun Facebook.
Pihak SAT mengatakan, telah mendapat lampu hijau dari Dorna Sports, penyelenggara MotoGP, setelah berbicara selama tiga jam di Florence, Italia, Sabtu (3/6/2017).
Balapan akan digelar di Buriram, sebuah kota pertanian di Thailand yang pernah jadi kota termiskin di Negeri Gajah Putih yang kini telah diubah jadi pusat olahraga.
"Perundingan berlangung selama tiga jam dan disepakati dengan Dorna memberikan hak bagi Thailand selama tiga tahun mulai tahun 2018 hingga 2020," kata pihak SAT di Facebook, dikutip dari AFP, Rabu (7/6/2017).
Rencananya balapan di Thailand akan digelar antara 5-7 Oktober 2018, atau lebih dahulu sebelum balapan di Jepang, Australia, dan Malaysia.
Hanya saja, belum ada konfirmasi resmi kesepakatan dari pihak MotoGP atau Dorna Sports. Pihak SAT mengatakan, mereka aka menerima konfirmasi tertulis dalam waktu dekat.
Sebelumnya, dua negara sudah lebih dulu memastikan bakal menggelar balapan 'kuda besi' paling prestisius di dunia ini, yakni Finlandia dan Kazakhstan.
Rencananya, musim depan balapan MotoGP akan berlangsung 20 seri. Itu artinya, akan ada satu negara yang dicoret dari penyelenggaraan MotoGP.
Awal tahun ini, Dorna menyarankan agar Finlandia menunggu sampai tahun 2019 untuk jadi tuan rumah, ketika balapan di Indonesia yang sudah lama dirancang kemungkinan juga sudah siap.
Baca Juga: ISIS Klaim Dalang Serangan Makam Khomeini dan Parlemen Iran
Pihak Dorna dan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahaga (Kemenpora) sebelumnya memang sudah capai kata sepakat soal menggelar balapan MotoGP.
Tapi, hingga kini pihak Indonesia tidak bisa memberi kepastian terkait sirkuit yang akan digunakan.
Setidaknya ada tiga tempat yang saat ini berpeluang menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia: Palembang (Sumatera Selatan), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Sentul (Bogor).
Berita Terkait
-
Media Vietnam Soroti Reaksi John Herdman yang Kaget Timnas Indonesia Belum Pernah Juara Piala AFF
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Setelah Haji, Pos Indonesia Mulai Layani Pengiriman Barang Jamaah Umrah dan PMI
-
Profil Anak John Herdman yang Pernah Bikin Timnas Indonesia U-20Kewalahan
-
John Herdman Bakal Tanding Lawan Eks Pelatih Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov
-
Laras Faizati Divonis Bersalah Tapi Bebas, Bivitri: Ini Bukan Putusan Demokratis
-
Prabowo Diprediksi Reshuffle Usai Evaluasi saat Retret, Siapa saja Menteri Layak Diganti?
-
Soal Vonis Laras Faizati, Ketua Komisi III DPR Sebut Bukti Manfaat Nyata KUHP dan KUHAP Baru
-
Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi