Suara.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa enam koper dokumen seusai menggeledah kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur di Surabaya, Rabu (7/6/2017).
Enam koper itu terdiri atas tiga koper berisi dokumen yang pada sekitar pukul 15.00 WIB telah lebih dulu dibawa oleh tim penyidik yang berjumlah tujuh orang.
Tiga koper dokumen lainnya terlihat dibawa oleh tim penyidik KPK berjumlah tujuh orang yang meninggalkan Gedung DPRD Jatim sekitar pukul 19.00 WIB.
Secara keseluruhan sepanjang Rabu ini tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan hampir selama 10 jam di Gedung DPRD Jatim.
Mereka tampak memasuki beberapa ruang kerja pribadi anggota Komisi B, selain ruang kerja Ketua Komisi B dan ruang kerja staf Komisi B DPRD Jatim yang sejak Senin sore disegel KPK.
Hari ini tim penyidik KPK membuka segel di dua ruangan Ketua Komisi B DPRD Jatim dan ruangan stafnya itu. Tim penyidik terakhir berjumlah enam orang yang keluar dari Gedung DPRD Jatim tidak bersedia berkomentar kepada wartawan.
Mereka masing-masing mengenakan masker yang menutup mulutnya dengan pengawalan ketat tiga personel Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Jatim.
Tampak Sekretaris Dewan DPRD Jatim Ahmad Jailani bersama sejumlah stafnya turut mendampingi tim penyidik KPK keluar gedung. Namun tidak lama Jailani bersama para stafnya segera masuk ke ruang kerjanya.
"Saya nggak bisa komentar," ujarnya singkat.
Baca Juga: Kasus Persekusi PMA, Polisi Tetapkan B dan E sebagai DPO
Sehari sebelumnya, Selasa (6/6), Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochamad Basuki bersama dua stafnya ditangkap KPK sekaligus ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap terkait fungsi pengawasan penggunaan anggaran dan revisi peraturan daerah di Provinsi Jatim 2017.
Tersangka lain dalam kasus ini yang telah ditahan KPK adalah Kepala Dinas Peternakan Jatim Rohayati. Selain itu Kepala Dinas Pertanian Jatim Bambang Heryanto bersama ajudannya Anang Basuki Rahmat juga ditetapkan sebagai tersangka.
Hari ini KPK tampak mendalami penyelidikan kasus tersebut. Selain menurunkan penyidik di Gedung DPRD Jatim, penyidik KPK juga terpantau menggeledah Kantor Dinas Peternakan Jatim dan Dinas Pertanian Jatim di Jalan Ahmad Yani Surabaya.
Tim penyidik KPK juga terlihat menggeledah Kantor Dinas Pertanian Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani Surabaya.
Selain itu tim penyidik KPK juga menggeledah Kantor Dinas Perdagangan Jatim serta rumah seorang tersangka di kawasan Pondok Jati, Sidoarjo, Jawa Timur. (Antara)
Berita Terkait
-
KPK Respons Santai Gugatan Rp300 Triliun Noel, Minta Fokus ke Persidangan
-
Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
KPK Selidiki Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan
-
Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah
-
Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Siapkan Langkah Hukum, Arus Bawah Prabowo Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Halusinasi
-
Soal Pendidikan di Era Prabowo, DPR: Ada Perubahan Nyata, Tapi Tantangannya Masih Sangat Berat
-
Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG