Suara.com - Anggota Komisi III DPR Risa Mariska menilai penempatan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di rumah tahanan Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat, dengan alasan keamanan sudah tepat. Politikus PDI Perjuangan khawatir dengan stabilitas keamanan lembaga pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, jika Ahok dipindahkan ke sana.
"Soal Ahok tetap berada di Mako Brimob, saya rasa sudah tepat keputusan tersebut, hal itu dilakukan dengan pertimbangan alasan keamanan dan menjaga stabilitas kondisi Lapas Cipinang," kata Risa, Jumat (23/6/2017).
Ahok telah dieksekusi kejaksaan ke lapas Cipinang pada Rabu (21/6/2017). Namun, karena alasan keamanan, dia tetap menghuni Mako Brimob.
"Saya melihat kepala lapas Cipinang memikirkan hal-hal yang lebih besar dampaknya apabila Ahok dipindahkan ke lapas Cipinang, apalagi kondisi lapas yang over kapasitas dan minimnya petugas penjagaan juga tentu menjadi pertimbangan," kata dia.
Ahok divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (9/5/2017). Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dalam persidangan yang digelar di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.
Hakim memerintahkan agar Ahok langsung ditahan. Ahok sempat ditahan di lapas Cipinang. Namun pada malam harinya, dia dipindahkan ke Mako Brimob karena alasan keamanan.
Kasus hukum ini sudah dinyatakan berkekuatan hukum tetap setelah Ahok dan jaksa memutuskan mencabut banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan Ahok tetap dipenjara di rutan Mako Brimob karena alasan keamanan.
"Untuk mencegah sesuatu yang tidak kita harapkan, maka kita berpikir kita berkoordinasi juga dengan polisi bagaimana. Ya kita mohon supaya tetap ditaruh di Mako Brimob," katanya ketika ditemui di Jakarta, Kamis (22/6/2017).
Selain alasan itu, penempatan Ahok di rutan Mako Brimob untuk menghindari potensi kericuhan di dalam lembaga pemasyarakatan Cipinang antara pendukung dan anti Ahok.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran