Suara.com - Panitia Khusus Hak Angket terhadap (Pansus) KPK yang dibentuk DPR RI, akhirnya mengungkapkan sejumlah temuan yang didapat ketika mereka bertemu narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung.
Wakil Ketua Pansus KPK Taufiqulhadi mengatakan, para koruptor mengakui mendapat perlakuan tak mengenakkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Misalnya, para terpidana koruptor ditempatkan di ruang isolasi selama lima hari dan tidak boleh ditemui oleh siapa pun,” terang Taufiqulhadi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2017).
Ia mengatakan, perlakuan itu didapat para koruptor sebelum berstatus tersangka. Persisnya, ketika mereka baru ditangkap dan diduga melakukan korupsi oleh KPK.
Selain itu, Taufiq menuturkan para terpidana korupsi mengakui selama menjalani pemeriksaan di KPK tidak diizinkan didampingi oleh pengacara.
Saat mengunjungi Lapas Sukamiskin, Taufiq menuturkan pansus hanya mempertanyakan beragam kinerja KPK kepada para koruptor, bukan soal vonis yang didapat mereka.
Namun, politikus Partai Nasdem itu mengakui belum bisa menjelaskan seluruh temuan yang didapat. Pasalnya, hal itu menyangkut teknis pelaksanaan kerja Pansus KPK.
"Kami nanti akan konfirmasi semuanya. Kami akan sampaikan kepada publik. Setelah semua hasil pekerjaan komplet, kami akan panggil KPK,” tandasnya.
Sebelumnya, aktivitas Pansus KPK yang mengunjungi Lapas Sukamiskin untuk bertemu para napi koruptor mendapat kecaman dari beragam pihak. Sebab, pertemuan dengan koruptor itu dinilai sebagai langkah untuk mendiskreditkan KPK yang justru bergiat memberantas korupsi.
Baca Juga: Masuk 'Grup Neraka' SEA Games, Ketua PSSI Yakin Indonesia Juara
Berita Terkait
-
Guru Besar FH UI: Hak Angket KPK Legal Tapi Tak Tepat Sasaran
-
ILUNI UI: Kalau Tak Ada Miryam, Mungkin Nggak Ada Hak Angket KPK
-
Wakil Ketua Pansus Angket KPK: Koruptor Harus Dibenci, Tapi...
-
Pansus Angket KPK, Politisi NasDem: Rakyat Jangan Dulu Apriori
-
Cerita 'Horor' dari Narapidana Korupsi di Lapas Sukamiskin
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan
-
Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
IRGC Siapkan Balasan Mematikan Jika Gencatan Senjata Gagal
-
Israel Bom Lebanon Tewaskan 182 Warga, Perdana Menteri Nawaf Salam Umumkan Hari Berkabung Nasional
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
-
Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan
-
1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel