Suara.com - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengingatkan publik terkait peristiwa penyiraman air keras tehadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Hari ini tepat 100 hari lalu Novel disiram air keras.
"Tahukah kita! Hari ini, tepat 100 hari Novel diserang secara brutal untuk "dilumpuhkan" agar tidak dapat lagi bertugas maksimal di KPK," kata Bambang melalui keterangan tertulis, Kamis (20/7/2017).
Menurut Bambang, serangan kepada Novel sebagai penyidik utama KPK untuk kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), bukan kali pertama yang dialami Novel.
"Tahukah kita, serangan memakai air keras kewajah Novel bukan kali yang pertama ketika Novel jadi salah satu penyidik utama yang bongkar kasus e-KTP yang ternyata, diduga keras libatkan Ketua DPR dan sebagian Anggota Pansus Angket KPK," tutur Bambang.
Meski peristiwa itu sudah berlangsung kurang dari empat bulan, namun hingga kini pelaku daripada penyiraman yang mengakibatkan cidera mata terhadap Novel belum juga ditangkap.
"Tahukah anda, progress untuk memastikan keberhasilan dalam membongkar kasus brutalitas penyerangan atas Novel, tidak menunjukan hasil yang signifikan apalagi memuaskan," ujar Bambang.
Kata dia, melihat ketiadaan progres dari pihak kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut membuat publik bertanya-tanya. Kata dia, ada banyak janji untuk segera mengungkap kasus tersebut, tapi tidak dipenuhi dan bersifat spekulatif.
"Lalu, kenapa pembentukan Tim Pencari Fakta Independen tidak disetujui sebagai alternatif solusi dan terkesan malah digembosi," kata Bambang.
Ia bahkan mempertanyakan ide dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait pembentukan Datasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor).
Baca Juga: Sebanyak 38 CCTV Tak Merekam Peneror Novel Baswedan
"Yang juga sangat penting ditanyakan, di 100 hari brutalitas penyerangan Novel, pantaskah kita bicara soal ide Densus Tipikor kendati tidak sanggup mengungkap penyerangan sistematik yang begitu terencana atas Novel," kata Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker