Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi menghadang pengendara sepeda motor yang melintas di trotoar di kawasan Casablanca, Jakarta, Jumat (21/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Acara bertema Bulan Patuh Trotoar yang akan diselenggarakan pemerintah Jakarta pada Agustus 2017 akan dimanfaatkan untuk sosialisasi tentang lima ketertiban: tertib hunian, tertib lalu lintas, tertib pedagang kaki lima, tertib demo, dan tertib sampah.
Acara tersebut akan melibatkan para pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima. Sebab dua kelompok ini paling sering melanggar hak pejalan kaki.
"Iya. Bulan Agustus untuk sosialisasi lagi tentang lima tertib, itu kan menyangkut lima tertib, tertib PKL dan tertib berlalu lintas," ujar Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/217).
Acara tersebut bertepatan dengan momentum perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan tiap 17 Agustus.
Djarot telah memerintahkan jajaran untuk tegas dalam menindak pengendara sepeda dan pedagang yang menggusur trotoar. Djarot minta ketegasan -- tak hanya Agustus-- agar perilaku tak terpuji tersebut berubah.
"Tapi kita tetap jaga terus, bukan hanya bulan Agustus doang, bahwa bulan Agustus kita mulai semakin ketat untuk kasih (penindakan) kepada mereka, bulan September tetap, Oktober tetap," katanya.
Dinas Perhubungan dan Polda Metro Jaya sudah berkoordinasi untuk menertibkan mereka yang menggusur trotoar. Sepeda motor yang melewati trotoar bakal ditilang.
"Ini masalah perilaku dan masalah kedisiplinan. Biar ditangkap di situ, kan ada perdanya, aturan kepolisiannya, dia tidak boleh lewat trotoar," kata Djarot.
Penertiban trotoar merupakan bagian dari upaya mengubah wajah Ibu Kota dari stigma tak aturan menjadi lebih teratur.
Pada saat bersamaan, kata Djarot, Dinas Bina Marga juga meningkatkan kualitas trotoar agar semakin ramah terhadap pejalan kaki dan kaum disabilitas.
"Itu dijaga, diawasi, karena iitu untuk pejalan kaki. Kami menyadari masih banyak kemacetan, tapi kalau mereka semakin tidak tertib, maka itu semakin macet," kata dia.
Acara tersebut akan melibatkan para pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima. Sebab dua kelompok ini paling sering melanggar hak pejalan kaki.
"Iya. Bulan Agustus untuk sosialisasi lagi tentang lima tertib, itu kan menyangkut lima tertib, tertib PKL dan tertib berlalu lintas," ujar Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/217).
Acara tersebut bertepatan dengan momentum perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan tiap 17 Agustus.
Djarot telah memerintahkan jajaran untuk tegas dalam menindak pengendara sepeda dan pedagang yang menggusur trotoar. Djarot minta ketegasan -- tak hanya Agustus-- agar perilaku tak terpuji tersebut berubah.
"Tapi kita tetap jaga terus, bukan hanya bulan Agustus doang, bahwa bulan Agustus kita mulai semakin ketat untuk kasih (penindakan) kepada mereka, bulan September tetap, Oktober tetap," katanya.
Dinas Perhubungan dan Polda Metro Jaya sudah berkoordinasi untuk menertibkan mereka yang menggusur trotoar. Sepeda motor yang melewati trotoar bakal ditilang.
"Ini masalah perilaku dan masalah kedisiplinan. Biar ditangkap di situ, kan ada perdanya, aturan kepolisiannya, dia tidak boleh lewat trotoar," kata Djarot.
Penertiban trotoar merupakan bagian dari upaya mengubah wajah Ibu Kota dari stigma tak aturan menjadi lebih teratur.
Pada saat bersamaan, kata Djarot, Dinas Bina Marga juga meningkatkan kualitas trotoar agar semakin ramah terhadap pejalan kaki dan kaum disabilitas.
"Itu dijaga, diawasi, karena iitu untuk pejalan kaki. Kami menyadari masih banyak kemacetan, tapi kalau mereka semakin tidak tertib, maka itu semakin macet," kata dia.
Upaya tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai komunitas masyarakat. Mengubah perilaku main serobot trotoar tidak mudah. Tak jarang, aksi komunitas dilawan oleh pengendara sepeda motor yang tidak mau tertib.
Trotoar buat pejalan kaki
Di berbagai kesempatan, Djarot mengingatkan bahwa pemerintah membangun trotoar untuk pejalan kaki dan penyandang disabilitas, bukan untuk pengguna sepeda motor dan PKL.
"Membahayakan orang lain serta menunjukkan ego yang berlebihan dengan tidak memerhatikan orang lain, terutama pejalan kaki. Kalau seperti itu yang kami bela ya pejalan kaki," kata Djarot.
"Membahayakan orang lain serta menunjukkan ego yang berlebihan dengan tidak memerhatikan orang lain, terutama pejalan kaki. Kalau seperti itu yang kami bela ya pejalan kaki," kata Djarot.
Djarot mendukung masyarakat berani mengingatkan pengendara sepeda motor yang menyerobot hak mereka.
Djarot mengatakan masyarakat mesti mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama.
"Kita bangun MRT, trotoar, halte yang panjang biar mereka jalan kaki. Karena warga kalau naik angkot enggak mau turun kalau enggak tepat di depan gangnya," kata Djarot.
Komentar
Berita Terkait
-
Bikin Pangling, Trotoar Darurat MRT Bundaran HI Disulap Jadi Taman Labirin
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Menyusuri Wajah Baru Rasuna Said: Lantai Bermotif, Jalur Sepeda, dan Impian Kota Ramah Pejalan Kaki
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Viral Sekelompok Murid SMP Berani Adang Motor di Trotoar, Langsung Jadi Sorotan Netizen
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang