Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak membahas soal kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat di sektor perpajakan saat bertemu dengan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi di Gedung KPK, Jalan Kunigan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pertemuan tersebut hanya membahas program-program pencegahan korupsi dalam bidang perpajakan.
"Pertemuan itu terkait program pencegahan, bukan terkait kasus-kasus yang berkembang. Pertemuan dilakukan dalam konteks institusional ada permintaan yang diajukan dari pihak Dirjen Pajak," kata Febri.
Sementara itu, Ken mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada penghapusan permasalahan pajak yang menyandera PT EK. Prima (PT EKP) Eksport Indonesia hingga milyaran rupiah.
"Pajaknya nggak dihapus, pajaknya jalan terus dan dia ikut tax amnesty. Kalau untuk soal hukum di Pak Febri ya," kata Ken.
Namun demikian, dalam putusannya, Handang Soekarno dianggap telah terbukti bersalah menerima suap sebesar 148.500 dollar AS atau senilai Rp1,9 miliar dari Direktur PT EKP, Ramapanicker Rajamohanan Nair. Uang tersebut diduga untuk memuluskan sejumlah permasalahan pajak PT EKP.
Seperti diketahui, KPK memang sempat menangani kasus suap terkait pengurusan permasalahan pajak yang menjerat mantan Pejabat Ditjen Pajak, Handang Soekarno. Para terdakwa dalam kasus tersebut pun telah divonis bersalah.
Adapun, permasalahan pajak PT EKP yang berujung pada kasua korupsi adalah pengajuan restitusi, surat tagihan pajak pertambahan nilai, penolakan tax amnesty, dan pencabutan pengusaha kena pajak.
Dalam kasus ini, Ken disebut terlibat dalam penanganan perkara pajak PT EKP yang tertuang dalam surat dakwan serta amar putusan Handang Soekarno. Ken pernah mengikuti pertemuan di Kantor Ditjen Pajak dan mengambil keputusan yang berpengaruh terhadap perusahaan Rajamohanan.
Baca Juga: Genjot Penerimaan Pajak, Ditjen Pajak Gandeng KPK
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan