Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan pajak Tahun 2017 mencapai Rp1.307 triliun. Untuk itu, Ditjen Pajak menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) demi terwujudnya target tersebut.
"Jadi, tadi saya kerja sama institusional dengan KPK, bahwa pajak ini yang ditargetkan sekarang 1.307 sampai akhir tahun ini, DJP ya, bukan perpajakan, dan kita minta dukungan KPK," kata Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasetiadi di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).
Kata Ken, target peningkatan penerimaan pajak demi mensejahterakan kehidupan masyarakat. Sebab, dengan begitu, kemampuan atau daya beli masyarakat juga ikut meningkat.
"Termasuk dana desa untuk meningkatkan daya beli masyarakat di desa. Kalau ekonomi jalan, pertumbuhan jalan, pajaknya juga akan jalan," kata Ken.
Karena itu, Ken mengaku sangat marah, ketika ada dana desa yang dikorupsi demi kepentingan pribadi pejabat.
"Jadi bahwa uang pajak yang dikorupsi dari dana desa, ya tentu saja orang pajak paling marahlah. Karena dicari susah-susah, gunanya untuk meningkatkan daya beli dan pertumbuhan, malah dipakai untuk kepentingan sendiri," kata Ken.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyambut baik kedatangan Tim Ditjen pajak. Sebab, kata dia, tidak ada negara yang bisa bertahan tanpa penerimaan pajak yang memadai.
"Jadi ada impian-impian besar yang memungkinkan kita lebih efisien dan efektif dalam beberapa periode ke depan ini. Agar kita dapat mengejar APBN ke lebih berimbang. Intinya KPK akan mendorong, karena ada keinginan untuk berubah, tapi ada juga kelompok-kelompok yang tidak ingin berubah. Tapi kami ada di belakang pajak," kata Saut.
Baca Juga: Dirjen Pajak Datang ke KPK, Ada Apa?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah