Suara.com - Puluhan PIC dan Agen First Anugerah Karya Wisata (First Travel) mendatangi Bareskri Polri di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/ 2017). Mereka meminta Direktur Utama dan Direktur dari First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan dibebaskan.
"Kami ingin pak Andika dan Anniesa dibebaskan utuk memberangkatkan jamaah kami, November-Desember," kata salah satu PIC First Travel, Nur Maimunah di kantor Bareskrim Polri.
Maimunah khawatir apabila Andika dan Anniesa tetap ditahan, maka puluhan ribu calon jamaah umroh yang dijanjikan berangkat di bulan November dan Desember tidak jadi diberangkatkan.
"Siapa yang mau mengurus jamaah kami kalau mereka ditahan? Jamaah kami ada 28 ribu orang yang harus diberangkatkan di November-Desember 2017 ini," ujar Maimunah.
Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan suami istri, Andika dan Anniesa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jamaah umroh yang dikelola First Travel. Keduanya kini menjalani penahanan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, keduanya sudah dilakukan pemeriksaan dan sudah didapatkan alat bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.
"Selanjutnya kita akan melakukan langkah-langkah penyidikan berikutnya berupa tindakan penggeledahan pada kantor maupun rumah yang kita duga masih tersimpan alat bukti di sana," tutur Rudolf di Bareskrim Polri, Kamis (10/8/2017).
Menurut Rodolf, perkara diawali dari laporan 13 orang yang juga mengaku sebagai Agen First Travel.
"Modus operandinya ini, First Travel pada uatu waktu mengadakan seminar. Ini dilakukan beberapa kali. Mereka menawarkan paket perjalanan umroh dengan macam-macam paket. Paket pertama itu disebut paket promo umroh, kedua paket reguler, dan ketiga paket VIP," tutur Rudolf.
Baca Juga: Polri Dalami Indikasi TPPU Terhadap Direktur First Travel
Untuk paket promo, lanjut Rudolf, First Travel mematok harga Rp14,3 juta per orang. Sedangkan untuk pakey reguler dipatok harga Rp25 juta per orang, dan untuk VIP Rp54 juta.
Mengetahui hal tersebut, banyak dari masyarakat yang tertarik. Bahkan, pihak First Travel sempat merekrut agen yang bertugas merekrut calon jamaah. Kata Rudolf, terdapat 1000 agen yang mendaftar, namun hanya 500 yang aktif merekrut calon jamaah.
"Kemudian pada perjalannya ternyata cukup banyak jamaah yang daftar dan membayar. Namun sejak 2015 itu mulai tersendat dan jamaah tidak berangkat. Padahal sudah bayar. Itulah yang kemudian sejak kemarin dilaporkan di Bareskrim," kata Rudolf.
Atas perbuatannya, Andika dan Annies disangkakan dengan Pasal 378 KUHP Tentang Tindak Pidana Penipuan dan Pasal 372 KUHP Tentang Tindak Pidana Penggelapan dan akan dikembangkan pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan
-
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang
-
Istana Negara Dibuka untuk Umum, Warga Mulai Berbondong-bondong Hadiri Open House Lebaran
-
Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
-
Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra