Suara.com - Seorang ibu bernama Rofiah di Kota Surabaya, Jawa Timur, terpaksa mencuri telepon seluler (ponsel), demi mendapatkan uang untuk membiayai sekolah buah hatinya.
Sejak empat tahun silam, Rofiah harus menjalani hari-harinya sendirian untuk menghidupi anak semata wayangnya. Sang suami meninggalkan mereka berdua.
Kendati proses cerai keduanya belum selesai, Rofiah dan suaminya pisah ranjang. Atas dasar itulah, segala pekerjaan dilakukan Rofiah demi menghidupi anaknya yang kini berusia 5 tahun dan ingin sekolah.
Ternyata, bertambahnya umur anak Rofiah, membuat perempuan 23 tahun ini kebingungan memutar uang gajinya tiap bulan.
Rofiah yang bekerja sebagai penjaga gerai sebuah plasa di Surabaya hanya bergaji Rp1,2 Juta per bulan. Uang itu tak mencukupi untuk membiayai hidup dan sekolah sang anak.
Saking buntunya karena benturan biaya sekolah anaknya, Rofiah nekat mencuri dua ponsel di Royal Plasa Surabaya.
Sayang, setelah berhasil mencuri, Rofiah justru bingung cara menjualnya. Bahkan, sebelum menikmati uang hasil penjualan, dia tertangkap oleh polisi karena terekam kamera pengawas.
“Saya terpaksa Pak. Anak saya butuh biaya sekolah. Sementara uang gaji saya tidak cukup. Saya hidup sendiri setelah pisah ranjang dengan suami saya,” tutur ibu muda asal Jalan Pulo Tegalsari Surabaya ini di Mapoltabes Surabaya, seperti dilansir laman resmi Polri, Tribratanews.com, Kamis (17/8/2017).
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Turut Berduka atas Serangan Teror di Barcelona
Berdasarkan rekaman CCTV, aksi Rofiah itu dilakukannya sekitar pukul 21.30 WIB, Senin (14/8). Saat itu, Rofiah terlihat masuk ke Royal Plasa dan langsung menuju lantai II. Di toko Grand Gatget blok JK-1/567, Rofiah mencuri dua ponsel yang ada di dalam etalase.
“Dia (Rofiah) mengakui baru sekali ini melakukan pencurian. Jadi, dia berangkat ke Royal Plasa dari tempat kerjanya di Marina Plasa. Dia memang sudah mengincar gerai ponsel itu, dan menunggu waktu gerai tutup,” ungkap Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Lily Djafar.
Rofiah ditangkap oleh Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya di Royal Plasa. Penangkapan itu dilakukan berdasarkan rekaman CCTV yang sebelumnya sudah dikantongi oleh Tim Anti Bandit.
Setelah ditangkap, Rofiah dikeler ke rumahnya untuk mengambil dua ponsel yang dicurinya sebagai barang bukti.
Kini, Rofiah hanya bisa menyesali perbuatannya. Selain tidak bisa mendampingi anaknya yang masih butuh bimbingan, perempuan ini dijerat oleh penyidik dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno