Suara.com - Puluhan anggota Paskibra yang mengalami kerasukan massal sehingga tidak dapat mengibarkan bendera pada HUT RI ke 72 di lapangan Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, akan mendapat pembinaan agar tidak mengalami bullying.
Pemerintah Kabupaten Cianjur akan menugaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga untuk melakukan pembinaan dan pengarahan bagi siswa serta sekolah di Pagelaran.
"Tidak dapat dikibarkannya bendera saat HUT RI itu, bukan kesalahan paskibra, namun ada hal yang diluar nalar sehingga mereka kerasukan masal dan dilarikan ke RSUD Pagelaran karena sebagian besar mengalami dehidrasi," kata Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, dikutip dari Antara, Jumat (18/8/2017).
Dia menjelaskan pemerintah akan memberikan dukungan karena hal tersebut bukan kesalahan paskibra seutuhnya. Saat ini yang diperlukan, tambah dia, bagaimana mengembalikan semangat puluhan anggota paskibra dari sejumlah sekolah itu.
Camat Pagelaran, Tatang Basari, mengatakan unsur muspika, mulai dari polsek, koramil dan lainnya akan melakukan pembinaan ke masing-masing sekolah. Muspika akan menjelaskan pada siswa agar tidak terjadi bullying pada anggota paskibra.
"Jangan sampai anggota paskibra menjadi minder saat kembali ke sekolah karena kejadian tersebut. Hari ini kami akan mengumpulkan mereka, namun pihak sekolah meminta Senin agar seluruh siswa hadir," katanya.
Untuk anggota Paskirba Pagelaran khususnya 12 anggota yang sempat pingsan sudah mendapatkan pengarahan dan pembinaan, sehingga saat penurunan bendera mereka kembali bertugas tanpa ada gangguan.
Dia menuturkan, kejadian itu di luar perkiraan karena sebelumnya seluruh hal sudah diperiksa dan dicoba, termasuk bendera sempat ditarik hingga ke ujung tiang dan tidak ada kendala.
"Saat upacara, tiba-tiba katrol dibagian atas tiang tidak dapat berfungsi dan seperti terkunci, sehingga saat bendera hendak dikibarkan, tidak dapat ditarik oleh petugas. Selang beberapa saat sejumlah anggota paskibra mengalami kerasukan," katanya.
Sementara dokter Michael yang menangani anggota Paskibra Pagelaran yang mengalami hal diluar dugaan itu, mengatakan, mereka hanya mengalami syok ringan, namun tetap harus diberikan terapi wicara atau konseling karena dampak ke depan dapat buruk.
"Bisa saja kedepan mereka mengidap social phobia, dimana takut akan lingkungan sekitarnya dan takut untuk melakukan sesuatu atas kegagalan yang sempat terjadi. Pembinaan, konsultasi dan semacamnya harus dilakukan agar rasa takut yang mreka rasakan dapat diantisipasi," katanya.
Seperti diberitakan, 12 orang dari 40 pengibar bendera harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Pagelaran karena tiba-tiba pingsan setelah gagal mengibarkan bendera Merah Putih pada HUT RI ke 72 di wilayah tersebut.
Gagalnya pengibaran bendera karena katrol penarik tali dibagian atas tiang bendera yang baru diganti beberapa hari sebelum acara, tiba-tiba tidak berfungsi. Puluhan anggota paskibra sempat tidak sadarkan diri dan 12 orang diantaranya dilarikan ke RSUD Pagelaran.
Tag
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Program Sertipikat Tanah Gratis BPN di HUT RI ke-80?
-
Kemendagri Rayakan Puncak HUT ke-80 dengan Jalan Sehat dan Bazar Meriah di TMII
-
6 Napi Viral Dapat Remisi: Ronald Tannur hingga Istri Ferdy Sambo, Setya Novanto Bebas Bersyarat
-
Gigit Jari Hukuman Tak Dipotong Seperti Putri Candrawathi? Ini Alasan Ferdy Sambo Tak Dapat Remisi
-
Telkom Akses Sukses Jaga Keandalan Infrastruktur Jaringan Selama Upacara HUT ke-80 RI di Jakarta
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara