Suara.com - Marzuki Darusman, Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) PBB untuk Rohingya mengakui belum mendapat akses dari pemerintah Myanmar untuk melakukan penelitian di Negara Bagian Rakhine.
Sejak terbentuk pada bulan Agustus 2017, TPF PBB masih mengupayakan agar pemerintah Myanmar memberikan akses untuk memasuki daerah konflik tersebut.
"Kami sudah mengirim tim awal untuk bisa memulai pengumpulan fakta di lapangan. Saat ini tentu yang utama adalah agar bisa mendapat akses masuk ke negara bagian Rakhine. Itu yang belum diperoleh," ujar Marzuki.
Upaya mendapatkan akses itu terus dilakukan. Namun, apabila tetap tak diberikan, maka TPF PBB akan meneliti di negara-negara tetangga Myanmar yang ikut terdampak dari konflik militer dan Rohingya. Misalnya Bangladesh, Thailand, dan Malaysia.
Menurut Marzuki, secara geografis, masalah yang terjadi di Rakhine tak lagi dapat disebut sebagai masalah dalam negeri.
Sebabnya, kata dia, konflik itu sudah melebar ke sejumlah wilayah regional. Maka dapat disimpulkan bahwa ini adalah masalah internasional.
"Dengan demikian masalah ini benar dapat ditangani PBB, sebagaimana sekarang sedang ditangani," tutur Marzuki.
Meski demikian, Marzuki menyadari tidak ada satu pun negara dan pemerintahan yang senang terhadap TPF PBB.
"Karena itu, kami bisa memahami mengapa pemerintah Myanmar belum secara terbuka atau secara langsung dapat memberi akses. Karena tekanan-tekanan di dalam negeri sangat besar untuk mencegah tim pencari fakta ini masuk ke dalam," tandasnya.
Baca Juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Ogan Ilir
Berita Terkait
-
Ketua TPF PBB: Pelanggaran HAM di Myanmar Tak Terbantahkan
-
Orang Tuanya Dibunuh, 1.000 Bocah Rohingya Mengungsi Sendirian
-
Lima Perempuan Peraih Nobel Surati Suu Kyi agar Bantu Rohingya
-
Al Qaeda Provokasi Muslim di Negara-negara Ini Serang Myanmar
-
PBB: Pemerintah Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil