Suara.com - Kecaman terhadap Konselor Myanmar Aung San Suu Kyi karena tak menghentikan militernya melakukan persekusi terhadap komunitas Rohingya, semakin banyak.
Termutakhir, seperti dilansir Independent, Kamis (14/9/2017), lima perempuan peraih Nobel Perdamaian mengirimkan surat protes terhadap Suu Kyi yang juga peraih Nobel tersebut.
Kelima perempuan peraih Novel tersebut ialah Mairead Maguire dari Irlandia Utara; Leymah Gbowee dari Liberia; Tawakkol Karman dari Yaman; Jody Wiliams dari Amerikat Serikat; dan, Shirin Ebadi dari Iran. Sebelumnya, perempuan yang juga peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai juga terlebih dulu memberikan kecaman.
Dalam surat terbuka yang dikirimkan, kelima perempuan itu menyebut Suu Kyi memunyai tanggungjawab moral secara pribadi untuk membela komunitas Rohingya.
"Anda (Suu Kyi) sebagai penerima Nobel, ikon internasional sebagai pejuang HAM dan demokrasi, dan kini menjadi Penasihat Negara Myanmar, Anda seharusnya memunyai tanggung jawab secara pribadi untuk membela Rohingya,” tulis kelima perempuan peraih Nobel itu dalam suratnya.
Mereka mempertanyakan sampai kapan Suu Kyi akan terus membiarkan militer Myanmar melakukan perburuan dan beragam aksi keji lainnya terhadap kaum perempuan dan anak-anak Rohingya.
"Harus berapa banyak lagi Rohingya yang mati? Harus berapa banyak lagi perempuan Rohingya diperkosa? Harus berapa banyak lagi rumah-rumah mereka diratakan dengan tanah sebelum mulut Anda terbuka untuk membela Rohingya?”
Dalam surat tersebut, kelimanya juga mengutip kecaman yang dilontarkan penerina Nobel Perdamaian asal AFrika Selatan, Desmond Tutu yang merupakan teman Suu Kyi.
Baca Juga: Kejam! Balita Ini Dipaksa Orang Tuanya Merokok dan Minum Bir
“Benar seperti Desmond Tutu katakan, ‘kalau kebungkaman Anda mengenai Rohingya adalah harga yang harus dibayar agar Anda bisa mencapai puncak tertinggi kekuasaan di Myanmar, maka harga itu sangat mahal’. Tapi, kami masih berharap, ini adalah waktunya bagi Anda untuk membela Rohingya.”
Untuk diketahui, PBB melansir sedikitnya 300 ribu warga sipil Rohingya melarikan diri dan kekinian berada di kamp-kamp pengungsian di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Mereka kabur setelah militer membumihanguskan perkampungan mereka sejak tiga pekan lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Al Qaeda Provokasi Muslim di Negara-negara Ini Serang Myanmar
-
PBB: Pemerintah Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya
-
Dikecam Internasional, Suu Kyi Batalkan Pidato di Sidang PBB
-
Ayatollah Khamenei: Aung San Suu Kyi Ternyata Perempuan Kejam
-
4 Pesawat Indonesia Bawa 20 Ton Beras dan Makanan ke Rohingya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Lima Pejabat Tinggi Baru BGN Ditunjuk Langsung Presiden, Ini Nama-namanya
-
Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan
-
Kursi Prioritas Bukan Hadiah, Stasiun Cikoko Bukti Integrasi Itu Mungkin
-
Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton
-
Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK
-
3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing
-
Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo
-
Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya
-
4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat
-
Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata