Suara.com - Suami istri bernama Waslim (40) dan Nani (36) yang sedang tidur di rumah tewas akibat terkena longsoran tebing di Kampung Citengek, Desa Kotawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (1/10/2017), pagi.
"Mereka lagi tidur, terus tertimpa tanah yang langsung menimbun korban," kata Camat Salawu, Inong Mawardi, dikutip dari Antara.
Sebelumnya turun hujan deras sejak Sabtu (30/9/2017). Tanah tebing tiba-tiba bergerak dan turun ke arah pemukiman penduduk.
Kedua korban sedang tidur di kamar bersama kedua anak. Anak mereka berhasil diselamatkan sesaat setelah longsor.
"Putranya lagi telungkup jadi ada kesempatan bernapas dan bisa diselamatkan," katanya.
Kepala Desa Kotawaringin, Dadang Supriatna, menambahkan selain menewaskan dua warga, longsor juga merusak dua rumah warga.
"Ada rumah lainnya yang terancam longsor susulan," katanya.
Longsor juga terjadi di Jalan Raya Tasikmalaya-Garut Desa Neglasari, Kecamatan Salawu.
Akibatnya jalan tertutup material longsoran tanah sepanjang 30 meter, dengan tinggi 6 meter dan lebar 4 meter.
Kepolisian setempat koordinasi dengan pemerintah daerah telah berupaya menyingkirkan material longsoran tanah agar jalan dapat dilalui kendaraan.
Tag
Berita Terkait
-
Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal
-
Longsor Intai Jakarta, BPBD DKI Petakan 9 Kecamatan Rawan
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024
-
Kadis LH Jadi Tersangka Longsor Bantargebang, Rano Karno: Ini Konsekuensi yang Harus Dipikul
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara