Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifufuddin membantah tudingan jamaah umroh korban First Travel yang mengatakan pemerintah lepas tangan. Pemerintah kata Lukman menyadari kasus tersebut sudah masuk ke ranah hukum.
"Kami selalu melakukan investigasi, kami melihat ini sudah pidana. Karena datanya di Bareskrim cukup lengkap, karena sudah masuk ranah hukum maka leading sector ada di Polri, kami bikin crisis center," kata Lukman di Gedung Ombudsmen, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017).
Lukman mengatakan terkait kasus First Travel tersebut, Kemenag dan Polri sudah membagi tugas untuk dilaksanakan oleh masing-masing pihak. Polri kata dia bertugas untuk mengidentifikasi aset-aset yang dimiliki oleh First Travel.
"Kemenag melakukan identifikasi jumlah korban dan nominal rupiahnya. Kami terus bekerja dan ini terus dilakukan, yang pada akhirnya intinya aset First Travel prioritasnya untuk menalangi atau untuk mengganti kerugian dari para calon jemaah umroh. Ini yang sedang dikerjakan," kata Lukman.
Oleh karena itu, undangan Ombudsmen terhadap Kemenag untuk mengklarifikasi tata kelola penyelenggaraan ibadah umroh disambut baik oleh Lukman. Sebab, dengan begitu Lukman dapat menjelaskan kepada masyarakat secara jelas.
"Prinsipnya izin PPIU ada di Kemenag. Jadi, kalau ada PTSP, penanaman modal, itu terkait pencatatan pendaftaran saja, izin hanya ada di Kemenag," kata Lukman.
Terkait kasus First Travel, Ketua Ombudsmen Amzulian Rifai mengatakan urusan haji dan umroh menjadi perhatian dunia dan menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, dengan kehadiran PPIU yang begitu banyak dinilai Amzulian Rifai sangat membantu para jemaah. Namun, tidak semua PPIU memberikan pelayanan yang benar dan sungguh-sungguh.
"Tapi ada juga yang mengecewakan, salah satunya First Travel. Korban yang gagal berangkat 58.682 orang, padahal sudah bayar lunas. Ada empat PPUI lain yang berpotensi seperti first Travel," kata Amzulian.
Baca Juga: Menag Sebut First Travel Bermasalah Sejak Maret 2017
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil