Suara.com - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Singkawang, Hamidi Irwansyah mengatakan, pada tahun 2016 lalu, pihaknya telah mengeluarkan SK Perceraian untuk 22 PNS.
"Sedangkan di tahun 2017, hingga 4 Oktober sudah 8 orang Dengan SK yang dikeluarkan itulah, maka yang bersangkutan dapat melakukan gugatan ke Pengadilan Agama," kata Hamidi, Rabu (4/10/2017).
Menurutnya, BKPSDM hanya sebatas pemberian izin saja, sedangkan keputusannya ada di Pengadilan Agama. Dan menurutnya, tidak semua PNS yang mengajukan cerai akan dikabulkan.
"Tapi kita lihat dulu kasusnya seperti apa. Jika hanya masalah kecil, maka istri dan suami akan kita panggil untuk dilakukan mediasi," ujarnya.
Mediasi yang dilakukan bisa menyatukan ikatan pernikahan mereka kembali. Namun, apabila sudah fatal (tidak bisa disatukan lagi) mau tidak mau pihaknya harus mengeluarkan surat permohonan cerai yang ditandatangani Wali Kota Singkawang.
Hamidi menyebutkan, kebanyakan permasalahan perceraian yang dialami PNS rata-rata hubungan keluarga sudah tidak harmonis.
"Hal itu dipicu banyaknya tuntutan baik dari suami maupun istri," ungkapnya.
Dalam hal pembinaan, pihaknya sudah melakukan secara internal di masing-masing SKPD. Sedangkan BKPSDM merupakan upaya terakhir.
"Apabila di SKPD sudah tidak mampu menanganinya, barulah BKPSDM yang menangani," tuturnya.
Baca Juga: Peserta Ujian CPNS Ini Punya Nama Unik, Anda Takkan Menyangka
Di BKPSDM pun, katanya, tidak serta merta untuk mengabulkan permohonan cerai tersebut.
"Tapi kita bina dulu, kita panggil si istri dan suami apa permasalahannya dan pemanggilan itu tidak cukup hanya sekali tapi berkali-kali. Kalau tingkat permasalahannya sudah parah, mau tidak mau kita keluarkan surat izin cerai yang di tandatangani Wali Kota," jelasnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora