Suara.com - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo didampingi istri, Liliana Tanoesoedibjo, serta rombongan berangkat dari kantor Perindo di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka menuju ke kantor Komosi Pemilihan Umum di Jalan Imam Bonjol dengan berjalan kaki.
Tujuan mereka ke KPU untuk mendaftarkan partai sebagai calon peserta pemilu tahun 2019, Senin (9/10/2017), siang.
Mereka datang dengan membawa persyaratan administrasi sebagaimana yang ditentukan KPU.
"Jadi telah kami sampaikan untuk dokumen yang dibutuhkan dan perlu saya sampaikan pada kesempatan hari ini bahwa yang mendaftar bukan DPP dari Partai Perindo saja, ini dilakukan serentak di seluruh tanah air oleh seluruh pengurus DPD atau kabupaten/kota Partai Perindo yang jumlahnya 514 (pengurus) di seluruh Indonesia," kata bos MNC.
Dokumen-dokumen Partai Perindo dibawa dengan menggunakan kotak kontainer berukuran sedang berwarna biru. Dokumen tersebut, antara lain daftar nama anggota partai, fotokopi kartu tanda penduduk calon legislatif, kartu tanda anggota partai, dan surat keterangan anggota partai.
Selanjutnya, dokumen yang telah diserahkan akan diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum. Jika terdapat kekurangan, partai akan diminta untuk me-revisi dokumen tersebut.
Hary Tanoe mendaftarkan partai ke KPU di hari ketujuh masa pendaftaran atau sehari setelah Perindo ulang tahun yang ketiga.
Kehadiran mereka di kantor KPU menjadi pusat perhatian. Pasalnya, peserta memakai berbagai kostum unik.
Hary Tanoe kemudian menjelaskan kenapa mendaftar ke KPU dengan pawai. Hary Tanoe mengatakan pawai ini menunjukkan energi semangat.
"Ya tentunya pawai itu penting untuk memberi semangat kawan-kawan karena ini adalah hari penting bagi kami. Yang pertama, partai kita mau mendaftar dan juga hari dimana kami mendaftarkan diri untuk diverifikasi pada 2019. Jadi, pawai itu satu perayaan daripada kegiatan tadi," kata Hary Tanoe.
Hary Tanoe mengapresiasi kader Perindo yang selama ini ikut berjuang sampai akhirnya bisa ikut mendaftar ke KPU.
"Jadi kami sangat berterima kasih tentunya kepada seluruh kader, seluruh pengurus yang begitu militan mampu menyelesaikan administrasi yang dibutuhkan. Begitu banyak dan tepat waktu tanggal 9 Oktober 2017 hari ini, telah kami rencanakan beberapa bulan yang lalu bertepatan dengan satu hari Partai Perindo berusia tiga tahun yaitu kemarin tanggal 8 Oktober tahun 2017," kata dia.
Hary Tanoe bersyukur karena partainya merupakan partai pertama yang mendaftar ke komisi pemilihan.
"Kami telah melakukan pendaftaran. Terakhir dan juga sama pentingnya, Alhamdulillah kami bersyukur Partai Perindo adalah partai (politik) yang pertama kali mendaftar pada hari ini. Menjadi pendaftar pertama yang menunjukkan keseriusan dan kesiapan kita Partai Perindo." (Handita Fajaresta)
Berita Terkait
-
KPK Panggil Kakak Hary Tanoe dalam Kasus Bansos Hari Ini
-
'Sakit Hati' Lama Terbongkar di Pengadilan, Jusuf Hamka: Saya Dizalimi Hary Tanoe
-
Blak-blakan Jusuf Hamka di Sidang! Bongkar 'Dosa' Tito Sulistio Sejak di CMNP Hingga BEI
-
Gagal Lolos! Rudy Tanoe Tetap Tersangka Korupsi Bansos Usai Praperadilan Ditolak
-
Sosok Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo: Kakak Hary Tanoe, Diperiksa KPK Terkait Skandal Bansos
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Di Mana Nicolas Maduro? Jaksa Agung Venezuela Desak AS Beri Bukti Presiden Masih Bernyawa
-
Venezuela Menolak Takluk, Sebut Serangan AS Sebagai Perang Kolonial
-
Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses
-
Kemendagri Gandeng Lion Group Percepat Pemulihan Pemerintahan Aceh Tamiang
-
Dinas SDA Jakarta Bangun Tanggul Darurat di Lima Kawasan Rawan Tergenang Rob
-
Mendagri Minta Praja IPDN Terapkan Ilmu Pemerintahan Selama Bantu Daerah Bencana
-
Mendagri Lepas Praja IPDN, Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang
-
Hina Penumpang dengan Kata Kasar, Sopir Jaklingko di Jaktim Dipecat
-
Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Digugat ke MK, Mahasiswa Nilai Berpotensi Kriminalisasi Kritik
-
KUHP Baru Resmi Berlaku, Ini 5 Fakta Penting Pasal Kumpul Kebo yang Wajib Diketahui