Suara.com - Organisasi sayap Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) melaporkan Koran Tempo dan Tempo.co ke Dewan Pers, Selasa (10/10/2017). Soksi membela mantan tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto.
Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional Soksi Erwin Ricardo Silalahi menilai pemberitaan Tempo melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan kode etik jurnalistik dan pedoman media siber sehubungan dengan pemberitaan kasus korupsi e-KTP yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.
"Belakangan ini pemberitan Tempo kalau kami lihat sebuah motif jahat dilakukam secara masif membunuh karakter. Kami lihat ini adalah pembunuhan karakter terhadap ketua umum kami Setya Novanto. Kami duga ini melanggar kaidah jurnalistik," ujar Erwin di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/217).
Saat melapor, Soksi menyerahkan sejumlah bukti cetakan pemberitaan. Di antaranya pemberitaan Tempo berjudul "#TempoChallenge: Setya Novanto Gering atau Akting?" juga ikut dilampirkan. Berita itu tayang pada 27 September 2017 di tempo.co.
Menurut Erwin tidak seharusnya media nasional membuat 'saimbara' ke masyarakat soal sakit Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto benar atau tidak.
"Kan yang menyatak sakit atau sehat itu dokter, atau orang yang punya kompetensi medis. Tapi ini secara dengan sengaja mengajak publik untuk menciptakan rasa kebencian warga negara dalam hal ini ke Pak Setnov," kata dia.
Berikut penggalan kalimat pemberitaan yang dimaksud Erwin, "Menurut Anda apakah foto itu menunjukkan Setya Novanto benar sakit atau hanya sedang berkelit? Suarakan melalui #TempoChallenge dan dapatkan hadiah utama sepeda fixie Reebok Circus bagi tiga orang beruntung".
Tak hanya itu, Soksi juga mempermasalahkan status yang dibuat pemimpin redaksi Tempo, Budi Setyarso di akun Twitter pribadinya @budisatyarso. Dalam tulisan 29 September 2017, Budi menulis G30 Setnov.
"Saya pikir ini nggak bisa ditolerin, saya datang lagi ke Dewan Pers untuk melaporkan koran Tempo," kata Budi.
Baca Juga: Rombak Pengurus, Golkar Berdalih Demi Target Politik
Berita Terkait
-
Rombak Pengurus, Golkar Berdalih Demi Target Politik
-
Setya Novanto Dipastikan Tak Bersaksi di Sidang KTP-el Hari Ini
-
Ditanya Soal Kehadiran Novanto, Pengacara: "Saya Belum Tahu"
-
KPK Bakal Hadirkan Setya Novanto di Sidang Kasus KTP-el Hari Ini
-
Pengacara Bantah Arloji 1,68M Milik Novanto Pemberian Marliem
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno