Suara.com - Setelah melaporkan Tempo ke Dewan Pers, Organisasi sayap Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia berencana melaporkan Tempo ke Bareskrim Polri.
Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional Soksi Erwin Ricardo Silalahi menduga ada produk yang dibuat Tempo soal tulisan dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP melanggar UU Pers dan produk jurnalistik.
"Kami juga mempertimbangkan laporkan koran Tempo ke pihak kepolisian, seperti apa yang dilakukan Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Pol Aris Budiman melaporkan Tempo ke Bareskrim polri," ujar Erwin di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).
Menurut Erwin, pemberitaan Tempo tersebut telah membunuh karakter Setnov dan menggiring opini ke publik.
Selain produk pemberitaan soal Setnov, ia juga mempermasalahkan status yang dibuat pemimpin redaksi Tempo, Budi Setyarso di akun Twitter pribadinya @budisatyarso. Dalam tulisan 29 September 2017, Budi menulis "G30 Setnov".
"Itu (status Budi) seolah-olah menyamarkan Pak Setnov dengan PKI. Padahal ini cara PKI melakukan adu domba. Kok media koran sebesar Tempo bisa melakukan hal seperti itu," kata Erwin.
Erwin mengaku telah mencoba melakukan komunikasi pada Tempo. Komunikasi itu dilakukan atas saran dewan pers setelah Soksi melaporkan Tempo pada 17 April 2017 lalu. Soksi sudah dua kali melaporkan Tempo ke Dewan Pers.
"Saya sudah berupaya komunikasi, minta waktu ketmu dengan eksekutif redaktur, ternyata sudah diganti katanya. Saya dijanjikan keteku dengan eksekutif redaktur yang baru, alasnya rapat kerja terus," kata dia.
Ia mengklaim sejumlah kader Partai Golkar kecewa dengan pemberitaan ketua umumnya selalu dipojokan terkait kasus e-KTP.
Baca Juga: Bela Setnov, Ormas Sayap Golkar Laporkan Media ke Dewan Pers
"Kami sangat terluka, justru ini kami lakukan karema desakan dari kader daerah," kata dia.
Soksi menuntut Tempo melakukan permohonan maaf. Jika hal itu dilakukan, ia memastikan langkah hukum yang akan ditempuh akan dibatalkan.
"Kami minta pembertaan berbasis moral. Tempo kayaknya nggak mau mencari jalan koperatif, mencoba menghindar. Saya berulang kali telepon pemimpin redaksinya tapi nggak diangkat," kata dia.
Berita Terkait
-
Bela Setnov, Ormas Sayap Golkar Laporkan Media ke Dewan Pers
-
Rombak Pengurus, Golkar Berdalih Demi Target Politik
-
7 Kader Terbelit Korupsi dalam Sebulan, Ini Kata Wasekjen Golkar
-
Setya Novanto Dipastikan Tak Bersaksi di Sidang KTP-el Hari Ini
-
Ditangkap KPK, Golkar Belum Mau Tarik Aditya Moha dari DPR
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat