News / Nasional
Minggu, 29 Oktober 2017 | 05:32 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Halaman Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10).

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan Indonesia berhati-hati terhadap upaya-upaya kelompok tertentu untuk mengganti ideologi Pancasila. Menurutnya, saat ini masih ada pihak seperti itu.

"Sampai saat ini masih ada pihak-pihak yang terus berupaya ingin mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi lain," kata Joko Widodo dalam sambutannya pada peringatan HUT Ke-58 Pemuda Pancasila sekaligus penutupan Rapat Pimpinan Paripurna PP, di Surakarta, Sabtu (28/10/2017) malam.

Dalam acara itu hadir Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, serta anggota DPR RI dari Partai Golkar yakni Bambang Soesatyo, dan Robert Kardinal.

Jokowi menjelaskan upaya-upaya tersebut dilakukan dengan cara-cara yang sangat halus dan menyentuh hati.

"Infiltrasi itu dilakukan secara masif dengan gambar-gambar dan video-video yang disebar melalui media sosial," ujarnya.

Jokowi mengingatkan Indonesia harus selalu berhati-hati menyikapi potensi ancaman secara halus tersebut.

Indonesia harus sadar dan ingat bahwa Indonesia adalah negara besar, dengan penduduk terbanyak ketiga di dunia dan kaya sumber daya alam. Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, 714 suku bangsa, serta 516 kabupaten dan kota sebagai daerah otonom.

"Indonesia sangat besar dan beragam, sehingga NKRI harus terus dijaga," ucapnya, menegaskan.

Presiden mengingatkan bahwa landscap politik dan ekonomi global mulai berubah, dan perubahannya dapat mempengaruhi landskap politik dan ekonomi nasional. Indonesia harus dapat mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, dan jangan sampai berubah.

Baca Juga: Momen 'Kuis Pancasila' Jokowi untuk Bocah SD Anti Narkoba

"Saya harapkan kepada Pemuda Pancasila, sebagai ormas yang bernama Pancasila, menjadi salah satu organisasi yang terus mengawal Pancasila," katanya. (Antara)

Load More