Pemeriksaan terhadap Siti ditunda karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Dia mengalami stroke.
Belum pernah menjalani pemeriksaan, kasus Siti dihentikan setelah dia meninggal.
Budi Supriyanto
Budi ditetapkan menjadi tersangka pada 29 Februari 2016 karena diduga menerima suap dan menyalurkan program aspirasi untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Balai Pelaksana Jalan Nasional IX Maluku dan Maluku Utara sebesar 205 ribu dollar Singapura.
Sebelum dijebloskan ke penjara, Budi sakit. Dia mengirimkan surat berisi keterangan sakit ke KPK. Namun saat dicek di RS Roemani Muhammadiyah, Semarang, dokter mengatakan Budi tidak sakit.
Mantan anggota Komisi V DPR itu kini mendekam di penjara. Dia divonis sembilan tahun dan didenda sebesar Rp 300 juta.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Golkar termasuk tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang sering tak memenuhi panggilan KPK dengan alasan sakit.
Novanto diduga terlibat kasus e-KTP. Dia diduga ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun yang disetujui DPR. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 2,3 triliun.
Ketika proses hukum dalam kapasitasnya sebagai tersangka untuk pertamakalinya, dia sakit vertigo dan pingsan setelah bermain pingpong di kediamannya. Dia pun menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Pusat. Selanjutnya, Novanto menjalani katerisasi jantung di RS Premiere Jatinegara, Jakarta Timur.
Setelah ditetapkan menjadi tersangka untuk keduakalinya, Ketua Umum Partai Golkar itu kecelakaan lalu lintas pada Kamis (16/11/2017), petang. Setelah itu dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, lalu dirujuk ke RSCM, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/11/2017). (Maidian Reviani)
Berita Terkait
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat! Cacat Hukum? Ini Kata Penggugat
-
Setnov Bebas Bersyarat, Arukki dan LP3HI Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta: Kecewa!
-
Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733