Suara.com - Seluas 7,4 hektar lahan 613 Town St. Moodus CT 06469, Negara Bagian Connecticut, Amerika Serikat sudah terbeli. Di sana akan dibangun kompleks pesantren pertama di AS.
Penggagas pesantren itu, Shamsi Ali mengatakan pembayaran uang muka pembelian lahan itu dilakukan Kamis, (30/11/2017) lalu lewat tanda tangan kontrak pembelian.
“Walaupun penanda tanganan ini bersifat internal karena masing-masing pengacara kami masih dalam proses menyelesaikan semua hal yang terkait dengan hukum setempat. Salah satunya adalah bahwa sebuah non profit ketika melepaskan kepemilikan harus memiliki izin dari State Attorney General. Insya Allah semua akan diselesaikan, kalau tidak minggu ini, akhir minggu depan. Dana yang telah dibayarkan sebagai DP saat ini adalah 275,000 dolar AS termasuk berbagai biaya yang terkait,” cerita Shamsi kepada suara.com, Kamis (7/12/2017).
Selanjutnya, mulai Januari 2018, Shamsi harus membayar cicilan sisa harga lahan itu, 400.000 dolar AS dalam jangka waktu 2 tahun. Mulai awal Januari juga akan dilakukan pembersihan dan renovasi gedung-gedung yang layak pakai.
Ada delapan gedung, 4 di antaranya masih layak pakai dengan renovasi kecil-kecilan. Empat gedung inilah yang rencananya akan direnovasi. Sementara empat lainnya memang diharuskan untuk diruntuhkan karena mengaku pada aturan tata kota di AS.
“Diperkirakan dana untuk pembersihan dan renonasi ini sekitar 150.000 sampai 200.000 dolar AS,” jelasnya.
Lanjut presiden Nusantara Foundation itu, jika proses pembersihan dan renovasi lancar, rencananya akan dimulai kegiatan di lokasi ini pada liburan musim panas (Juli-Agustus 2018) mendatang.
“Awal Januari juga kita menghadirkan arsitek landscape, untuk melakukan studi lapangan bagi perencanaan pembangunan pondok. Sementara untuk pembangunan di lokasi diperlukan arsitek lokal yang paham aturan-aturan tata gedung di negara bagian Connecticut,” papar dia.
Pembangunan pondok pesantren ini akan dilakukan secara bertahap, berdasarkan pendanaan yang tersedia dan prioritas gedung/fasilitas yang diperlukan. Setahun ke depan dengan merenovasi gedung-gedung yang ada. Kegiatan pondok juga masih bersifat non permanent (belum full time).
Baca Juga: Catatan Shamsi Ali: Cerita Liz, Jadi Mualaf dan Disebut Teroris
Sementara untuk jangka menengah sampai 3 taun mendatang akan dibangun masjid, asrama dan pondokan.
“empat sampai lima tahun ke depan akan dimulai pembangunan rumah-rumah tradisional kedaerahan. Rumah-rumah ini akan menjadi guest house bagi pengunjung ke kota yang memang menjadi destinasi turis ini,” kata dia.
Luas lahan yang akan dibangun pesantren itu sekitar 7.4 Hektar. Di pesantren itu nantinya akan diisi dengan kegiatan program tahfiz, seminar, konferensi, pembangunan komunitas, dan diskusi keberagaman.
Di dalamnya pernah dibangun fasilitas lapangan tennis, lapangan basket (outdoor), serta kolam renang. Kemudian juga terdapat telaga alam (pond) dan hutan kecil sehingga juga memenuhi kebutuhan untuk pelatihan ruhani dan jasmani yang integratif.
Shamsi membutuhkan dana tidak sedikit. Dia membutuhkan dana sebesar 1 juta dolar AS atau setara Rp13 miliar.
Berita Terkait
-
Imam Masjid New York: Trump Tebar Kebencian, Korbankan Warga AS
-
Catatan Shamsi Ali: Cerita Liz, Jadi Mualaf dan Disebut Teroris
-
Anies Baswedan, Walk Out Kolese Kanisius, dan Demokrasi Sejati
-
Ulama Indonesia di New York Ingin Bangun Pesantren Pertama di AS
-
Catatan Shamsi Ali: Pribumi vs Non Pribumi Pidato Gubernur Anies
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita
-
Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem
-
Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
-
Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul
-
Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar
-
Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis
-
Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei
-
Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang