Calon Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat.(suara.com/Bagus Hidayat)
Komisi III DPR meloloskan Arief Hidayat sebagai hakim Mahkamah Konstitusi usai fit and proper test, kemarin. Di tengah fit and proper test berhembus isu tak sedap yang menyebutkan ada lobi-lobi. Itu sebabnya, ICW yang sejak awal menyorot kinerja Arief, menilai proses di Komisi Hukum kemarin tidak sah.
Anggota Komisi III dari Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menghormati proses pendalaman yang tengah dilakukan Dewan Etik MK terhadap dugaan pelanggaran etik tersebut.
"Proses di Dewan Etik kami hormati. Bisa tidak Dewan Etik menghormati dugaan adanya lobi. Biar periksa aja. Saya sebagai anggota DPR sekali lagi kalau nanti diundang untuk dimintai keterangan oleh Dewan Etik, ya tidak masalah," kata Arsul di gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/12/2017).
Langkah Dewan Etik tersebut untuk menindaklanjuti laporan Masyarakat Sipil dan ICW.
Selama proses pendalaman berlangsung, Arief disarankan Arsul untuk tak reaktif dalam menanggapi opini.
"Saya kira, Pak Arief sebaiknya diam, tidak berkomentar soal itu. Kedua, dijawabnya kalau soalnya trust itu dengan kinerja yang baiklah. Jangan sampai ke depan ada hakim MK yang bermasalah. MK sudah baiklah secara sistem," kata Arsul.
Arsul membantah isu yang menyebut uji kelayakan dan kepatutan terhadap Arief dilakukan secara diam-diam.
"Jadi sebetulnya tidak diam-diam dan dadakan. Kami sudah mengirim agenda ke kesekjenan seminggu sebelumnya. Hanya saja baru disampaikan ke MK dan Pak Arief sehari sebelumnya," katanya.
Kemarin, Arief mengatakan sudah meminta izin Dewan Etik MK sehingga sudah tidak ada masalah.
"Setiap proses ini itu sudah diketahui dewan etik," kata Arief usai uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III.
Uji kelayakan dan kepatutan terhadap Arief sempat dipermasalahkan sejumlah pihak. Sebab, ditengarai ada upaya lobi-lobi yang dilakukan Arief kepada anggota DPR. Arief sampai dilaporkan sejumlah aktivis ke Dewan Etik MK.
Arief memastikan tidak pernah melobi. Dia memastikan mengikuti semua proses sesuai prosedur.
"Nggak ada karena lobi-lobi. Saya ke sini karena undangan resmi," ujar dia.
Arief enggan menanggapi lebih jauh mengenai namanya yang dilaporkan ke Dewan Etik MK.
"Setiap hakim juga pernah dilaporkan ke dewan etik. Enggak ada masalah. Tapi saya katakan, saya datang ke komisi III, menemui komisi III sepengetahuan dewan etik dalam rangka proses fit and proper test," katanya.
Anggota Komisi III dari Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menghormati proses pendalaman yang tengah dilakukan Dewan Etik MK terhadap dugaan pelanggaran etik tersebut.
"Proses di Dewan Etik kami hormati. Bisa tidak Dewan Etik menghormati dugaan adanya lobi. Biar periksa aja. Saya sebagai anggota DPR sekali lagi kalau nanti diundang untuk dimintai keterangan oleh Dewan Etik, ya tidak masalah," kata Arsul di gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/12/2017).
Langkah Dewan Etik tersebut untuk menindaklanjuti laporan Masyarakat Sipil dan ICW.
Selama proses pendalaman berlangsung, Arief disarankan Arsul untuk tak reaktif dalam menanggapi opini.
"Saya kira, Pak Arief sebaiknya diam, tidak berkomentar soal itu. Kedua, dijawabnya kalau soalnya trust itu dengan kinerja yang baiklah. Jangan sampai ke depan ada hakim MK yang bermasalah. MK sudah baiklah secara sistem," kata Arsul.
Arsul membantah isu yang menyebut uji kelayakan dan kepatutan terhadap Arief dilakukan secara diam-diam.
"Jadi sebetulnya tidak diam-diam dan dadakan. Kami sudah mengirim agenda ke kesekjenan seminggu sebelumnya. Hanya saja baru disampaikan ke MK dan Pak Arief sehari sebelumnya," katanya.
Kemarin, Arief mengatakan sudah meminta izin Dewan Etik MK sehingga sudah tidak ada masalah.
"Setiap proses ini itu sudah diketahui dewan etik," kata Arief usai uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III.
Uji kelayakan dan kepatutan terhadap Arief sempat dipermasalahkan sejumlah pihak. Sebab, ditengarai ada upaya lobi-lobi yang dilakukan Arief kepada anggota DPR. Arief sampai dilaporkan sejumlah aktivis ke Dewan Etik MK.
Arief memastikan tidak pernah melobi. Dia memastikan mengikuti semua proses sesuai prosedur.
"Nggak ada karena lobi-lobi. Saya ke sini karena undangan resmi," ujar dia.
Arief enggan menanggapi lebih jauh mengenai namanya yang dilaporkan ke Dewan Etik MK.
"Setiap hakim juga pernah dilaporkan ke dewan etik. Enggak ada masalah. Tapi saya katakan, saya datang ke komisi III, menemui komisi III sepengetahuan dewan etik dalam rangka proses fit and proper test," katanya.
Komentar
Berita Terkait
-
Anggota Komisi III DPR: MKMK Tak Berwenang Batalkan Pengangkatan Adies Kadir Sebagai Hakim MK!
-
Anggota Komisi III: Pemilihan Adies Kadir Jadi Hakim MK Sesuai Mekanisme, Tak Langgar Prosedur
-
Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya
-
Prabowo Resmi Lantik Hakim MK Adies Kadir dan Wamenkeu Juda Agung di Istana Negara
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Meriahkan Imlek, InJourney Tawarkan Promo Tiket Sunrise Borobudur Rp350 Ribu
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
-
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan