Suara.com - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kabur dari majikannya di Hangzhou, Cina diselamatkan pelajar asal Yaman, saat bersama-sama menumpang bus umum di ibu kota Provinsi Zhejiang itu.
Pelajar asal Yaman tersebut kemudian menelepon Joko Pilianto, teman satu sekolahnya di Zhejiang University.
"Saat menelepon, teman saya dari Yaman itu terdengar suara tangisan perempuan yang meminta pulang ke kampung halamannya," kata Joko, pelajar asal Bojonegoro, Jawa Timur, di Shanghai, Selasa (12/12/2017).
Ia mengungkapkan bahwa peristiwa yang terjadi pada Jumat (8/12) bermula ketika temannya dan Sriyani, TKI asal Blitar, Jawa Timur, bertemu di bus. Kemudian perempuan (37) tersebut meminta tolong pelajar Yaman agar diantar ke kantor polisi terdekat.
"Saat dalam perjalanan menuju kantor polisi, teman Yaman itu menelepon saya karena mbak TKI tersebut tidak bisa bahasa Mandarin dan bahasa Inggris, dengan mengatakan minta pulang karena anaknya di Blitar masih bayi," ujar Joko.
Bersama pelajar Yaman, Joko kemudian mencari rumah majikan Sriyani untuk meminta pertanggungjawaban atas hak-hak pekerja migran itu.
Kasus tersebut saat ini masih ditangani Konsulat Jenderal RI di Shanghai yang wilayah kerjanya membawahi Provinsi Zhejiang.
"Kalau ibu itu ingin ketemu anaknya, lebih baik lapor polisi. Kalau tidak punya uang untuk pulang, kami bisa bantu biayanya asalkan dari pihak keluarganya di Indonesia bisa mendapatkan surat keterangan tidak mampu," kata Konsul Jenderal RI di Shanghai Siti Nugraha Mauludiah.
Menurut dia, sampai saat ini Pemerintah Cina belum melegalkan pekerja informal dari negara mana pun.
Baca Juga: Dituduh Sebar Video Porno, TKI Ditahan Polisi Hong Kong
"Kalau ada pekerja informal di Cina, berarti ilegal. Mereka termasuk korban penipuan karena agen tidak memberitahu bahwa di sini tidak boleh ada pekerja sektor informal," katanya.
Biasanya, para TKI ilegal tersebut memasuki wilayah Cina daratan dengan berbekal visa kunjungan singkat yang pengurusannya dilakukan oleh agen-agen nakal, baik di Indonesia maupun di Cina.
Di Shanghai diperkirakan terdapat 200 TKI ilegal. Mereka tergiur gaji bersih sebesar 5.000 RMB (Rp10 juta) per bulan atau lebih tinggi dibandingkan dengan di Hong Kong dan Taiwan yang hanya Rp7 juta hingga Rp8 juta.
Bahkan, ada juga TKI ilegal yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Cina bergaji 10.000 RMB (Rp20 juta).
Sriyani baru tujuh bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hangzhou dan sebelum berangkat tidak diberitahu jika wilayah Cina daratan terlarang bagi pekerja informal. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi
-
Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?
-
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena
-
Kisruh LCC Empat Pilar, DPR Usul Juri Pakai Headset dan Rekaman Audio agar Penilaian Tak Bermasalah
-
Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?
-
Kejagung Lawan Vonis Bebas 3 Bankir Kasus Sritex, Ini Alasannya
-
Michael Jackson Dituding Predator Seks Berantai Gunakan Juice Jesus hingga Xanax