Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan segera menggelar kompetisi sepak bola antar pekerja atau Liga Pekerja Indonesia. Ini merupakan turnamen sepak bola antar serikat pekerja yang berbasis pada perusahaan.
Rencana tersebut mengemuka saat Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M Hanif Dhakiri bertemu mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (Cak Imin), di Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (11/12/ 2017).
Selain mendiskusikan masalah kebangsaan, politik dan isu-isu mutakhir lainnya, keduanya juga mendiskusikan ketenagakerjan, termasuk rencana menggelar Liga Pekerja. Saat menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009 – 2014), Cak Imin menggagas digelarnya Liga Pekerja dan menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan teknis pelaksanaannya.
Namun karena memerlukan persiapan yang panjang dan serius, rencana tersebut belum terlaksana hingga Cak Imin mengundurkan diri sebagai menteri, karena dilantik menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.
"Selain mendiskusikan banyak hal, Cak Imin bertanya, apakah rencana Liga Pekerja jadi dilanjutkan atau tidak. Nagih ceritanya, karena tahun lalu pernah menyampaikan hal itu kepada saya ," ujar Hanif, usai pertemuan.
Menurutnya, gagasan menggelar Liga Pekerja tersebut dimaksudkan untuk mempererat komunikasi antar pekerja, memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan produktif, serta menjaga sportifitas lewat olah raga dan sekaligus hiburan.
Atas pertanyaan tersebut, Menteri Hanif menyatakan, rencana tersebut terus dipersiapkan dengan matang.
"Rencananya, Desember 2017, Liga Pekerja sudah kick off. Turnamen ini akan dibuka di di Stadion Glora Delta Sidoarjo. Kami selalu melanjutkan kebijakan dan rencana program yang bagus, termasuk Liga Pekerja yang diinisiasi oleh Cak Imin" kata Hanif.
Hanif menambahkan, rencananya, final Liga Pekerja akan diikuti sekitar 544 tim dari seluruh Indonesia. Untuk tahap penyisihan, pertandingan akan di gelar di 34 provinsi.
Final Liga Pekerja akan menjadi salah satu puncak perayaan Hari Buruh (May Day) 2018. Selain Liga Pekerja, Kementrian Ketenagakerjaan juga menggagas perayaan Hari Buruh yang diisi festival kebudayaan.
"Dengan festival kebudayaan, peringatan Hari Buruh bisa dinikmati masyarakat luas dengan riang gembira. Teman-teman buruh bisa menyampaikan pesan-pesan perjuangannya ke publik dengan metode yang lebih menarik," jelas Menaker.
Festival Kebudayaan dan Liga Pekerja diharapkan merubah citra peringatan Hari Buruh yang sebelumnya identik dengan demonstrasi dan kemacetan, sehingga menjadi sesuatu yang menghibur dan dinantikan masyarakat. Dengan begitu, simpati publik terhadap gerakan buruh akan dapat ditingkatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat