News / Metropolitan
Selasa, 12 Desember 2017 | 15:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Sehari setelah sebagian Jakarta dilanda banjir dan angin kencang, Gubernur Anies Baswedan menulis pesan kepada petugas dan relawan, Selasa (12/12/2017).

Dalam pesan tersebut, Anies menceritakan efek hujan dan angin kencang. Mulai dari timbulnya genangan hingga tanggul jebol sehingga air sungai meluber ke pemukiman warga.

Anies kemudian mengapresiasi kinerja petugas dan relawan. Berkat kerja keras mereka, genangan air cepat surut.

"Situasi seperti ini terjadi bukan di satu tempat. Dari laporan foto dan pesan dari berbagai tempat yang terus dipantau di grup Siaga Ibu Kota, ada ratusan petugas yang terus bekerja keras sepanjang malam membereskan masalah yang muncul," demikian salah satu bagian tulisan Anies.

Anies mengingatkan musim hujan belum selesai. Dia mengajak semua anggota masyarakat untuk terus berjaga sambil memegang tiga pesan utama: siaga, tanggap, dan galang.

"Ikhtiar pencegahan harus kita lakukan dengan sesungguh-sungguhnya dan dengan tuntas, sambil terus berdoa semoga Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Melindungi akan menjauhkan Ibu Kota dari segala macam bencana," tulis Anies.

Berikut tulisan lengkap Anies:

Kepada Yth 

Ibu, Bapak, Saudara Petugas dan Relawan
di Ibukota

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi semua.

Kemarin siang hingga sore Jakarta dilanda hujan angin. Hujan lebat dan angin kencang. Terjadi genangan di banyak tempat. Alhamdulilah, genangan itu semua bisa surut dalam waktu singkat.

Sore hingga malam, kemacetan terjadi di banyak tempat. Efek genangan terasa oleh warga, utamanya warga yang di perjalanan pulang dari kerja.

Ada sebuah tanggul terbuat dari kantong2 pasir yang jebol. Airpun mengalir menggenangi perkampungan sekitar dan beberapa KK terpaksa mengungsi ke lantai atas Masjid terdekat.

Di sana saya temukan para petugas dengan seragam berbeda-beda di lokasi kejadian. Ada petugas negara, ada sukarelawan. Semua basah, sebagian terlihat basah hingga dada. Saya salami mereka satu-satu. Saya pandang mata mereka satu-saru. Genggaman salamnya kuat, sorot matanya kuat. Hingga larut malam kita bersama berada di lokasi itu. Semua bersemangat tinggi.

Situasi seperti ini terjadi bukan di satu tempat. Dari Laporan foto dan pesan dari berbagai tempat yang terus dipantau di grup SIAGA IBUKOTA, ada ratusan petugas yang terus bekerja keras sepanjang malam membereskan masalah yang muncul, mulai dari penyedotan air di sekolah hingga pembersihan jalanan dari ranting-cabang pohon yang tumbang. Semua terus hadir di garis depan. Salut!

Load More