Gubernur Jakarta Anies Baswedan [suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan menceritakan kenapa dia menuliskan pesan untuk mengapresiasi para petugas dan relawan yang ikut menangani banjir di Jakarta sepanjang siang hingga malam hari, kemarin.
"Mereka hujan-hujan, mereka bekerja tengah malam, dan mereka berbasah-basah untuk memastikan Jakarta bisa kering," ujar Anies seusai menghadiri acara di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading, Jalan Raya Kelapa Nias Blok HF 3, Jakarta Utara, Selasa (12/12/2017).
"Sering kali kita melewatkan untuk memberikan apresiasi kepada mereka. Mereka lah garda terdepan, petugas kesehatan kita stand by 24 jam," Anies menambahkan.
Anies menyebut petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum, PHL Dinas Sumber Daya Air, PHL Dinas Bina Marga, dan masyarakat bekerjasama menangani banjir.
"Pasukan oranye, pasukan biru, pasukan kuning, yang semuanya terlihat di lapangan dan kita sudah apresiasi kepada mereka. Jadi di jalan saya tuliskan terima kasih kepada mereka sambil mari kita terus jaga kewaspadaan," kata Anies.
Menurut Anies mereka pantas mendapatkan apresiasi. Yang bekerja, bukan hanya pejabat, tetapi juga masyarakat.
"Kami harus lebih sering mengekspresikan orang-orang yang bekerja. Yang banyak kelihatan, yang banyak diwawancara kan gubernur, (padahal) ada ribuan orang (yang berjasa) dan saya sampaikan terima kasih, tadi malam bekerja sampai pagi," katanya.
Pesan tertulis Anies viral sejak pagi tadi.
Wakil Ketua DPRD Jakarta Mohamad Taufik menyoroti genangan air di terowongan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, kemarin, akibat dua pompa penyedot air tidak berfungsi. Padahal, kata dia, seharusnya Dinas Sumber Daya Air lebih dini melakukan antisipasi.
"Itu kan kemarin (banjir) penyebabnya apa? pompa kan? Artinya pompanya harus dihidupin. Gitu saja. Kan ini pompanya mati. Ya mesti ditindak orang yang bertanggung jawab atas hidupnya pompa itu," ujar Taufik kepada Suara.com,
Ketika ditemui Suara.com, Taufik ikut menghadiri acara di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading bersama Anies.
Sedangkan genangan di sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, menurut Taufik, terjadi karena saluran air tidak berfungsi dengan baik lantaran sedang berlangsung pengerjaan proyek light rail transit.
"Itu kenapa penyebab banjrnya?, jadi mesti dicari penyebabnya. Kalau (penyebabnya) karena pembangunan, itu mesti diberesin," katanya.
"Saya kira (Anies) harus menindak orang yang tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya," Taufik menambahkan.
Kemarin sore, Anies meninjau rumah pompa Dukuh Atas.
"Ternyata dari enam pompa hanya dua yang berfungsi dengan baik. Yang lainnya ada masalah, pompanya, panelnya. Tapi intinya tidak berfungsi," ujar Anies di Dukuh Atas.
Anies mengatakan petugas sudah melaporkan kerusakan pompa rusak sejak 22 Oktober 2017 lalu, tetapi ternyata tidak ditindaklanjuti Dinas Sumber Daya Air Jakarta.
"Mereka hujan-hujan, mereka bekerja tengah malam, dan mereka berbasah-basah untuk memastikan Jakarta bisa kering," ujar Anies seusai menghadiri acara di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading, Jalan Raya Kelapa Nias Blok HF 3, Jakarta Utara, Selasa (12/12/2017).
"Sering kali kita melewatkan untuk memberikan apresiasi kepada mereka. Mereka lah garda terdepan, petugas kesehatan kita stand by 24 jam," Anies menambahkan.
Anies menyebut petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum, PHL Dinas Sumber Daya Air, PHL Dinas Bina Marga, dan masyarakat bekerjasama menangani banjir.
"Pasukan oranye, pasukan biru, pasukan kuning, yang semuanya terlihat di lapangan dan kita sudah apresiasi kepada mereka. Jadi di jalan saya tuliskan terima kasih kepada mereka sambil mari kita terus jaga kewaspadaan," kata Anies.
Menurut Anies mereka pantas mendapatkan apresiasi. Yang bekerja, bukan hanya pejabat, tetapi juga masyarakat.
"Kami harus lebih sering mengekspresikan orang-orang yang bekerja. Yang banyak kelihatan, yang banyak diwawancara kan gubernur, (padahal) ada ribuan orang (yang berjasa) dan saya sampaikan terima kasih, tadi malam bekerja sampai pagi," katanya.
Pesan tertulis Anies viral sejak pagi tadi.
Wakil Ketua DPRD Jakarta Mohamad Taufik menyoroti genangan air di terowongan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, kemarin, akibat dua pompa penyedot air tidak berfungsi. Padahal, kata dia, seharusnya Dinas Sumber Daya Air lebih dini melakukan antisipasi.
"Itu kan kemarin (banjir) penyebabnya apa? pompa kan? Artinya pompanya harus dihidupin. Gitu saja. Kan ini pompanya mati. Ya mesti ditindak orang yang bertanggung jawab atas hidupnya pompa itu," ujar Taufik kepada Suara.com,
Ketika ditemui Suara.com, Taufik ikut menghadiri acara di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading bersama Anies.
Sedangkan genangan di sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, menurut Taufik, terjadi karena saluran air tidak berfungsi dengan baik lantaran sedang berlangsung pengerjaan proyek light rail transit.
"Itu kenapa penyebab banjrnya?, jadi mesti dicari penyebabnya. Kalau (penyebabnya) karena pembangunan, itu mesti diberesin," katanya.
"Saya kira (Anies) harus menindak orang yang tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya," Taufik menambahkan.
Kemarin sore, Anies meninjau rumah pompa Dukuh Atas.
"Ternyata dari enam pompa hanya dua yang berfungsi dengan baik. Yang lainnya ada masalah, pompanya, panelnya. Tapi intinya tidak berfungsi," ujar Anies di Dukuh Atas.
Anies mengatakan petugas sudah melaporkan kerusakan pompa rusak sejak 22 Oktober 2017 lalu, tetapi ternyata tidak ditindaklanjuti Dinas Sumber Daya Air Jakarta.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Banjir Jakarta Meluas Rendam 147 RT dan 19 Jalan, Puluhan Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi
-
Jakarta Siaga Banjir Kiriman, 1.200 Pompa Disiapkan Hadapi Air dari Bogor-Tangerang
-
Banjir Jakarta Meluas: Cek Daftar 17 Rute Transjakarta yang Dialihkan dan Berhenti Operasi Hari Ini
-
Hujan Guyur Jakarta Seharian, 39 RT dan 13 Ruas Jalan Terendam Banjir Hingga 1,5 Meter
-
Update Terkini Banjir Jakarta: 75 RT dan 19 Jalan Terendam, Ketinggian Air Capai 1,7 Meter
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno