Suara.com - Museum Istana Nasional atau "National Palace Museum" (NPM) yang terletak di Kota Taibao, Kabupaten Chiayi, Taiwan, bekerja sama dengan Asosiasi Muslim Taiwan meresmikan mushola pertama yang dibangun di dalam gedung pada Kamis (21/12/2017).
Keterangan dari Koresponden Radio Taiwan International (RTI), Tony Thamsir yang diterima di Jakarta, Sabtu (23/12/2017), menyebutkan peresmian mushola berkapasitas 50 orang tersebut dibuka oleh Wakil Direktur NPM Cabang Selatan, Lee Fu-jen.
Hadiri dalam acara itu antara lain pejabat tinggi Taiwan, di antaranya Bupati Chiayi, Chang Hua-Guan, legislator, Ho Tzu-fan, Duta Besar Arab Saudi untuk Taiwan, Rafat Al Sayed, Imam Masjid Agung Taipei, Haji Feng Tong-yu, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (Kadei), Robert James Bintaryo serta tamu lainnya yang berasal dari berbagai negara Muslim.
Dalam kata sambutan Fu-jen menyampaikan betapa pentingnya mushola ini bagi negara-negara sahabat Taiwan karena mereka yang beragama Islam dapat menjalankan ibadah sholat dengan mudah dan nyaman.
"Saya mengapresiasi kehadiran negara sahabat seperti Indonesia, Arab Saudi dan negara Muslim lainnya di sini guna melihat lebih dekat mushola yang ada di museum ini," kata Fu-jen.
Saat ini jumlah warga negara Indonesia di wilayah Chiayi sekitar 6.300 orang terdiri atas pekerja migran dan pelajar Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Sekitar 175.000 turis Indonesia tercatat berkunjung ke Taiwan.
"Kami sangat berbahagia dapat hadir serta menyaksikan peresmian mushola di museum ini. Sebagai Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia dan juga secara pribadi kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Taiwan, khususnya pemerintah dan masyarakat Chiayi untuk pendirian dan peresmian mushola ini," kata Robert James Bintaryo dalam sambutannya.
Taiwan saat ini sedang berupaya menyediakan tempat ibadah dan makanan halal bagi umat Islam yang berada di Taiwan, yang juga diharapkan dapat menarik para wisatawan Muslim berkunjung ke Pulau Formosa itu.
"Tentunya mushola ini diharapkan akan memberikan tempat yang baik bagi umat Islam yang berada di Chiayi, yang mengunjungi museum ini, untuk menjalankan kewajiban melaksanakan sholat," lanjutnya.
Baca Juga: Mobil Buatan Taiwan Ini Diklaim Bisa 'Geser' Tesla Roadster
Museum Istana Nasional memiliki hampir 700.000 koleksi tetap artefak kekaisaran dan karya seni Tiongkok kuno. Museum ini adalah salah satu museum terbesar di dunia dengan koleksi benda bersejarah berusia lebih dari 10.000 tahun dalam rentang sejarah Tiongkok, mulai dari zaman Neolitikum hingga akhir Dinasti Qing (1912).
Museum Istana Nasional Cabang Selatan memiliki peran yang unik dan berbeda dari Museum Istana Nasional Taipei, yakni menjadi jembatan kebudayaan antara Taiwan dengan negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Pasifik. Dengan perannya tersebut Museum Istana Nasional Cabang Selatan ditetapkan sebagai Museum Seni dan Budaya Asia. (Antara)
Berita Terkait
-
Menikmati Angin Syahdu di Masjid Agung Kediri, Diskusi Sore Penuh Makna
-
Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi
-
Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup
-
Bendera Israel Berkibar di Masjid Al-Aqsa
-
Menemukan Hening di Tiga Ruang: Antara Sujud, Ombak, dan Secangkir Kopi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab