Suara.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mendalami motif pembunuhan yang menimpa korban Setio Budiono, tukang service pendingin ruangan atau Air Conditioner/AC, warga Jalan Tambak Segaran Surabaya.
Lelaki berusia 41 tahun itu dibunuh sejumlah orang tak dikenal saat melintas mengendarai sepeda motor sambil membawa perangkat AC di Jalan Gembong Sawah Gang 3 Surabaya pada Sabtu (23/12) petang, sekitar pukul 18.00 WIB.
"Menurut keterangan saksi-saksi, pelakunya lebih dari dua orang," ujar Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi I Dewa Gede Juliana, saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu.
Petugas Satrekskrim Polrestabes Surabaya, lanjut dia, sampai sekarang masih bekerja keras menggali informasi di lapangan.
"Kami masih melakukan pendalaman di lapangan, khususnya menggali motif pembunuhan," katanya.
Untuk itu, polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, tak hanya di tempat kejadian perkara, melainkan juga di beberapa tempat yang diduga terkait lainnya.
"Setelah itu nanti kami lakukan persesuaian dari keterangan-keterangan para saksi di tempat kejadian perkara maupun tempat lainnya. Kami harap dari dari keterangan para saksi ini kami bisa mendapatkan petunjuk," ujarnya.
Berdasarkan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara, Dewa mengungkap, korban tewas akbiat sejumlah bagian vital tubuhnya terkena sabetan senjata tajam.
"Hasil resmi otopsi belum kami dapat. Tapi berdasarkan idetifikasi dan olah tempat kejadian perkara, terdapat sejumlah sabetan senjata tajam di tangan, punggung, leher, wajah, dan kepala korban," katanya.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Cinta Dibekuk Polisi di Hotel
Menurut keterangan dari identifikasi, dia menerangkan, sejumlah sabetan yang menyebabkan korban tewas karena mengenai organ vital, yaitu di leher dan kepala.
Dia menambahkan, analisa kasus pembuhan ini nantinya akan bekerja sama dengan Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur.
"Hasil analisa bersama Tim Laboratorium Forensik nanti pasti kami ungkap ke publik. Saat ini kami fokus pada penangkapan pelaku dulu," ujarya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'
-
Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok