Suara.com - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menilai adanya jenderal polisi yang ikut dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 perlu diwaspadai. Sebab dimungkinkan ada penyalahgunaan kekuasaan saat Pilkada.
Ray Rangkuti mengatakan di kalangan Polri ini merupakan sama sekali baru, di mana jenderal aktif ikut maju sebagai kandidat kepala daerah.
"Saya pikir kalau TNI kan sudah ada sejak lama. Yang baru ini kan Polisi. Sekarang kan ada empat Polisi yang digadang-gadang itu terlibat dalam Pilkada. Fenomena Polisi ini yang menurut saya perlu diperhatikan, perlu dicermati lebih teliti," kata Ray kepada suara.com, Kamis (28/12/ 2017).
Beberapa jenderal yang dikabarkan akan maju Pilkada serentak periode 2018-2023 yaitu Kepala Korps Brimob Polri, Inspektur Jenderal Murad Ismail di Pilkada Provinsi Maluku. Murad telah resmi mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan.
Kapolda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Safaruddin, yang akan maju sebagai Calon Gubernur Kalimantan Timur. Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Inspektur Jenderal Anton Charliyan untuk pemilihan Gubernur Jawa Barat.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw, yang akan maju dalam pemilihan Gubernur Papua,
Serta Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat TNI, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, yang akan ikut dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara didukung oleh PKS, Gerindra dan PAN.
Menurut Ray lagi, potensi penyalahgunaan wewenang oleh Polisi yang menjadi kandidat sangat tinggi. Sebab, kedekatannya dengan masyarakat lebih erat jika dibandingkan dengan TNI.
"Potensi penyalahgunaan kekuasaan tinggi kalau Polisi. Kenapa? Karena mereka kan berhubungan langsung dengan publik, nanti kita khawatirkan Kapolda-Kapolda akan melakukan tindakan-tindakan yang sepertinya penegakan hukum, tapi dasarnya untuk menaikkan elektabilitas dan popularitasnya," ujar Ray.
Baca Juga: Ini Ukuran Pilkada Serentak 2018 Berhasil Versi Mendagri
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil
-
Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!
-
Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik
-
Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
-
23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi
-
Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?
-
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena