Suara.com - Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di wilayah Keresidenan Pati, Jawa Tengah, meningkatkan pengawasan terhadap para narapidana untuk mengantisipasi kemungkinan adanya upaya melarikan diri memanfaatkan momen pergantian tahun baru 2018.
"Saat pergantian tahun baru, jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memang diperintahkan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas maupun Rutan," kata Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Sanusi di Pati, Jumat (29/12/2017) seperti dikutip Antara.
Untuk menindaklanjuti perintah dari Kementerian Hukum dan HAM tersebut, digelar apel siaga yang diikuti oleh petugas Lapas maupun Rutan yang ada di Keresidenan Pati, seperti dari Rutan Kudus, Blora, Rembang, Purwodadi, Demak, Jepara, serta Kantor Imigrasi pada Jumat.
Apel tersebut, lanjut dia, untuk persiapan gangguan keamanan di akhir tahun 2017.
Ia mengakui, selama setahun terakhir memang belum ada kasus napi di Lapas Pati yang kabur.
Meskipun demikian, lanjut dia, pihaknya tetap menerapkan kewaspadaan, sehingga pengamanan juga harus ditingkatkan.
Dengan adanya kewaspadaan sejak dini, dia berharap, hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalkan.
Apalagi, kata dia, jumlah penghuni Lapas Kelas II B Pati saat ini mencapai 361 orang atau melampaui kapasitas idealnya sebanyak 120 orang. "Kapasitas yang melebihi batas tersebut tentu menjadi potensi gangguan yang terelakkan, sehingga kami harus selalu waspada," ujarnya.
Selain melakukan pemantauan rutin secara hirarki dari atasan sampai petugas jaga, upaya untuk menjamin situasi tetap aman dan terkendali para penghuni Lapas juga dilakukan pendekatan secara humanis dan diperlakukan secara manusiawi.
Baca Juga: Persija Berpeluang Tampil di Tiga Turnamen Pramusim
Dengan adanya pendekatan terhadap para penghuni, dia memastikan, mereka bisa disadarkan dari perilaku yang menyimpang yang menyebabkan masuk penjara.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi menghadapi kelebihan kapasitas agar potensi gangguan bisa diminimalkan.
Permasalahan daya tampung tersebut, tidak hanya dialami Lapas Pati, melainkan hampir semua Rutan di Keresidenan Pati juga mengalami permasalahan yang sama.
"Selain soal daya tampung, jumlah personel juga belum sebanding dengan jumlah penghuninya. Meskipun demikian kami tetap berupaya bekerja secara maksimal," ujarnya.
Keterbatasan jumlah personel di Lapas Pati, katanya, sudah direspons menyusul adanya tambahan 21 petugas Lapas pada bulan Februari 2018.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II Kudus Budi Prajitno mengungkapkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan Rutan Kudus, memang dilakukan upaya pendekatan persuasif terhadap para penghuni Rutan.
Berita Terkait
-
15 Tahanan Kabur dari Polsek Samarinda Kota Akhirnya Tertangkap
-
Heboh 15 Tahanan di Polresta Samarinda Kabur, Kok Bisa?
-
Heboh Puluhan Napi Lapas Kutacane Ramai-ramai Kabur Jelang Buka Puasa, Ditjen PAS: Sebagian Sudah Ditangkap
-
Detik-detik Napi Lapas Kutacane Ramai-ramai Kabur Jelang Buka Puasa
-
1.500 Tahanan Kabur dari Penjara Mozambik Usai Hasil Pilpres Diumumkan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?