Suara.com - Warga Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai resah karena buaya sering muncul di tempat mereka mandi.
"Dalam beberapa hari ini, buaya sering muncul dengan panjang sekitar dua meter, jumlahnya lebih dari dua ekor," kata Bujang, warga setempat, Senin (29/1/2018).
Ia menjelaskan, keresahan warga sangat beralasan terutama kalangan orang tua.
Sebab, lubang atau kolong bekas penambangan bijih timah tersebut sering menjadi tempat mandi dan berenang anak-anak di desa tersebut.
"Biasanya lubang bekas tambang bijih timah dengan kedalaman sekitar dua meter ini sering dijadikan tempat mandi bagi anak-anak kampung sekitar sini," tukasnya.
Kemunculan buaya tersebut menimbulkan kekhawatiran dan keresahan warga terutama kalangan ibu-ibu, karena sering membiarkan anak mereka mandi di kolong tersebut.
"Sejak seringnya muncul buaya tersebut maka kami melarang dan mengumumkan kepada orang kampung untuk tidak mandi di kolong yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman penduduk karena khawatir menjadi mangsa buaya," keluhnya.
Sementara Prima, warga lain, mengakui sudah mencoba menangkap buaya itu bersama teman-temannya. Namun, upaya mereka belum membuahkan hasil karena dinilai buaya itu cukup cerdik.
"Kami sudah mencoba berbagai cara, termasuk memancing buaya itu dengan memberikan bangkai ayam, namun tidak dimakan. Bahkan buaya itu tidak muncul saat itu," tandasnya.
Baca Juga: Dongkrak Wisatawan, Gunung Sasak Akan Dijadikan Destinasi Wisata
Berita Terkait
-
Tarik Wisatawan Dunia, Pangkalpinang Gelar Kejuaraan Motocross
-
Walikota Pangkalpinang Raih Tiga Penghargaan Dari MARKPLUS.INC
-
Berdalih Usir Makhluk Halus, Seorang Dukun Cabuli Bocah
-
Obat Komix Dilarang di Babel, Gubernur: Bisa Bikin Halusinasi
-
Video Viral! Guru SMP Pukuli dan Seret Murid Hingga Pingsan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!